Pati, Proliman News — Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mengaku rekening bank pribadinya yang berisi saldo sebesar Rp80,9 juta mendadak diblokir menjelang rencana aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta.
Botok menjelaskan bahwa saldo puluhan juta rupiah yang tertahan tersebut merupakan gabungan dari tabungan pribadinya serta donasi publik yang dihimpun untuk mendanai operasional dan logistik aksi.
Pernyataan Resmi Pihak Perbankan
Menanggapi pembekuan tersebut, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengonfirmasi bahwa tindakan pemblokiran terhadap rekening yang bersangkutan memang benar telah dilakukan.
Ia menegaskan bahwa pemblokiran tersebut dilaksanakan atas permintaan resmi dari aparat penegak hukum dan telah dijalankan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku.
Respons Aktivis & Rekam Jejak Aksi
Botok menilai tindakan penegak hukum dan bank tersebut sebagai langkah yang berlebihan dan tidak beralasan, mengingat dana yang terhimpun murni untuk kegiatan penyampaian aspirasi, bukan hasil tindak pidana.
- Reaksi Aktivis: “Terlalu curiga yang berlebihan, masa negara takut sama kami?” ujar Botok saat memberikan keterangan di Pati.
- Tuntutan Aksi: AMPB bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) berencana menggelar aksi besar di Jakarta pada 27 Agustus 2026 untuk mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta memberlakukan hukuman mati bagi koruptor.
- Rekam Jejak: Botok dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah daerah. Ia tercatat pernah dijatuhi vonis enam bulan penjara dengan masa pengawasan terkait kasus pemblokiran Jalur Pantura Pati-Juwana pada tahun 2025.
Liputan: Galang Andika Pratama



