Selain Meracuni Siswa SMP 3 Wates Paket MBG dari SPPG Karangwuni Juga Membuat Bumil Tumbang !

Kasus keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP 3 Wates, dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), oleh Dinas Kesehatan Kulon Progo.(foto/ist)

 Kulon Progo, Proliman News — Kasus keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP 3 Wates, dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), oleh Dinas Kesehatan Kulon Progo.

Karena tidak hanya ratusan siswa SMPN 3 Wates dan anak SD yang tumbang, ibu hamil usia 7 bulan dan ibu menyusui dari sasaran Posyandu juga ikut jadi korban.

Total ada lebih dari 100 orang yang dilaporkan mengalami gejala nyeri perut, diare, hingga muntah-muntah.

Selain melayani siswa sekolah, SPPG Karangwuni ternyata juga menyiapkan paket MBG untuk warga Posyandu.

Berikut adalah data hasil investigasi Dinkes Kulon Progo:

  1. Dinkes menemukan sederet faktor risiko fatal dari dapur penyedia (SPPG):
  2. ​Jeda Waktu Terlalu Lama (Berisiko Bakteri): Ayam dimasak jam 02.00 Pagi, tapi baru dikonsumsi 8 – 10 jam kemudian!

Makanan matang yang didiamkan terlalu lama sangat rawan ditumbuhi bakteri mematikan.

  1. ​Petugas penjamah makanan ditemukan tidak memakai APD lengkap saat memasak, pencucian alat masak kurang bersih, hingga pengatur suhu penyimpanan yang bermasalah.

Sehingga berpotensi kontaminasi silang sangat tinggi!

Kepala Dinkes Kulon Progo, dr. RR Susilaningsih, mengonfirmasi status kasus ini sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB).

Beruntung, kondisi bumil dan busui saat ini dilaporkan stabil tanpa perlu rawat inap/infus.

Sampel makanan dan sampel muntahan korban saat ini masih diuji di laboratorium untuk memastikan jenis bakterinya.

BACA JUGA  Roy Suryo: Siapapun yang Dilaporkan ke Polisi Tidak Ada Masalah Asal Jangan Ada Kriminalisasi !

Liputan : Gilang Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *