Siap Perkuat Ekonomi Umat Dengan Wakaf, Pengurus BWI Kulon Progo Masa Bakti 2026–2029 Resmi Dilantik

Siap Perkuat Ekonomi Umat Dengan Wakaf, Pengurus BWI Kulon Progo Masa Bakti 2026–2029 Resmi Dilantik. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News – Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Kulon Progo masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo pada Rabu (12/8/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola wakaf dan mempercepat transformasi wakaf produktif untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BWI DIY Misbahuddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kulon Progo Agung Kurniawan yang hadir mewakili Bupati Kulon Progo, Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo Wahib Jamil, perwakilan Kanwil Kemenag DIY, BPN Kulon Progo, Baznas, serta jajaran ormas Islam setempat.

Dalam sambutannya, Ketua BWI DIY, Misbahuddin, menyampaikan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik dan mengingatkan hakikat penting dari ibadah wakaf yang sejalan dengan semangat kebangsaan.

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, inilah hakikat dari wakaf yang merupakan bagian dari amaliyah Indonesia,” ujar Misbahuddin.

Ia memaparkan bahwa BWI DIY telah menetapkan empat prioritas utama dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026–2029, yakni percepatan sertifikasi tanah wakaf, penguatan kelembagaan, optimalisasi peran BWI sebagai nazir wakaf uang, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui wakaf produktif.

“Alhamdulillah, BWI DIY bersama BWI Kabupaten/Kota kini telah resmi menjadi nazir wakaf uang. Wakaf, khususnya wakaf uang, murni ditujukan untuk hal-hal yang produktif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Mewakili Bupati Kulon Progo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kulon Progo, Agung Kurniawan, membacakan sambutan tertulis Bupati yang menekankan bahwa wakaf harus dikelola secara profesional, transparan, dan berdampak luas.

“Pelantikan hari ini hendaknya kita maknai bukan sekadar kegiatan administratif dan seremonial, tetapi sebagai momentum memperkuat komitmen bersama. Wakaf tidak hanya berkaitan dengan tempat ibadah, tetapi memiliki potensi luas untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan,” tutur Agung.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga mendorong transformasi pengelolaan wakaf dari pola konvensional menuju wakaf produktif yang bernilai ekonomi sosial tinggi, seiring status Kulon Progo yang telah ditetapkan sebagai Kota Wakaf sejak 2025.

Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, Wahib Jamil, menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan wakaf yang responsif dari hulu ke hilir, termasuk dengan adanya kemudahan loket prioritas dari Kantor Pertanahan Kulon Progo.

“Di Kemenag Kulon Progo, kami berkomitmen memberikan pelayanan wakaf dengan sistem jemput bola dan pendampingan hingga tuntas. Kami juga mengapresiasi Kantor Pertanahan yang telah menyediakan jalur prioritas untuk sertifikasi wakaf,” ungkap Wahib.

Ia menggarisbawahi sejumlah langkah konkret pemberdayaan berbasis wakaf yang mulai berjalan, seperti kolaborasi bersama Baznas serta program penguatan modal usaha halal berbasis masjid melalui wakaf uang.

“Di tahun 2026 ini, telah disiapkan dana wakaf uang sekitar Rp1 miliar yang dialokasikan untuk bantuan modal usaha halal berbasis masjid. Harapan kami, langkah konkret ini dapat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan serta mengangkat harkat dan martabat umat di Kulon Progo,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BWI Kulon Progo, Haris Widiyanto yang baru saja dilantik menegaskan kesiapannya dalam menjalankan amanah periode kedua ini bersama jajaran pengurus. Pihaknya bertekad mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf produktif guna mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam menekan angka kemiskinan.

“Insyaallah amanah ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk wakaf produktif mendukung penurunan angka kemiskinan, BWI Kulon Progo beserta para pengurus akan berjibaku. Tanah-tanah wakaf yang berpotensi akan kita garap betul agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pascapelantikan, kepengurusan BWI Kabupaten Kulon Progo yang baru langsung menggelar Musyawarah Kerja (Musker) untuk merumuskan program kerja strategis selama tiga tahun ke depan.

Liputan: W maryanti

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Lelang Cabai di Pantai Selatan Kulon Progo Dimulai Harga Tertinggi Hanya Mencapai Rp 23 Per Kilogram

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *