Kulon Progo, Proliman News — Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM) terus melangkah mendorong terwujudnya suasana masyarakat dan sekolah yang religius. Melalui sinergi gotong royong bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kulon Progo, Kementerian Agama, serta Yayasan Rumah Zakat, GKM menggelar acara Penyerahan Bantuan Mushaf Al-Qur’an & Refleksi Pengentasan Buta Baca Al-Qur’an.
Acara dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026 di SDN Sermo 3, Kokap. Agenda ini dihadiri oleh Pengawas PAI Kemenag, Pengawas SMP, Pengawas SD, Ketua K3S dan KKG PAI Kokap, mitra donatur (Rumah Zakat dan GTK Dinas Dikpora), pengurus GKM, serta perwakilan guru pendamping PAI dari sekolah penerima.
Capaian Penyaluran 392 Mushaf Al-Qur’an
Sepanjang tahun 2026, melalui jalur kemitraan dan kepedulian para donatur, GKM telah berhasil menyalurkan total 392 Mushaf Al-Qur’an ke Sekolah Dasar di Kulon Progo:
Samigaluh: 16 Sekolah Dasar
Kokap: 12 Sekolah Dasar (5 SD disalurkan pada bulan Agustus dan 8 SD pada bulan September)
Kalibawang: 4 Sekolah Dasar
Lendah: 1 Sekolah Dasar
Progres Program Kerja & Refleksi Metode Tsaqifa
Selain penyaluran mushaf, ketua GKM melaporkan capaian program kerja tahun 2026 yang meliputi Rapat Koordinasi, Monitoring oleh Pengawas Kemenag, Pelatihan Tartil Guru SD, Penguatan Guru Pendamping melalui Lesson Study Tsaqifa, serta persiapan Muqodaman HUT Kabupaten Kulon Progo.
Pengawas PAI Kapanewon Kokap menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Gerakan Kulon Progo Mengaji dan Yayasan Rumah Zakat atas kontribusi penyerahan Al-Qur’an di lingkungan pendidikan. Bantuan ini menjadi amanah penguatan pendidikan karakter sesuai Perbup Kulon Progo Nomor 65 Tahun 2017 agar Al-Qur’an tidak sekadar disimpan, melainkan dibaca, dipahami, dan diamalkan oleh peserta didik. Melalui sinergi seluruh pihak, gerakan ini diharapkan mampu mewujudkan generasi Kokap yang cerdas, religius, berkarakter, dan cinta Al-Qur’an.
Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif evaluasi pembelajaran metode Tsaqifa yang dipandu oleh Ibu Dra. Tri Hidayati, M.Psi. Penerapan metode Tsaqifa (pelatihan 5 hari + 2 bulan talaqqi) membuahkan beberapa rekomendasi penting: 1) Peningkatan Nyata: Terjadi lompatan kemampuan baca Al-Qur’an siswa yang signifikan dibanding kondisi awal. 2) Peran Orang Tua: Diperlukan pembiasaan dan pendampingan membaca Al-Qur’an secara rutin di rumah bersama orang tua. 3) Tindak Lanjut: Pembentukan Kursus Tartil, usulan penerbitan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan untuk penguatan program, serta pemanfaatan Al-Qur’an secara intensif dalam pembelajaran demi membangun karakter siswa yang Qur’ani.
Pengawas SMP Ibu Titik Haryani, S.Pd. M.Pd menyampaikan perlunya intervensi di lingkungan sekolah, mengingat kegiatan TPA di lingkungan masyarakat yang tidak mampu menjangkau anak-anak yang terlanjur tidak dapat membaca Al-Qur’an. Untuk itu, semua pihak harus mengambil peran nyata demi percepatan kemampuan murid dalam membaca Al-Qur’an.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan dilakukan secara simbolis dari Yayasan Rumah Zakat yang diwakili Bapak Didik Agus kepada Ketua GKM, Bpk. H. Ilyasin, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan penyerahan ke sekolah-sekolah penerima seperti SD 1 Pripih (25 mushaf), SD Hargotirto (10), SD Grindang (10), SD Clapar (10), SD Plaosan (15), SDN Teganing (6), SDN 3 Sremo (15), dan SDN Jeruk (10). Aksi ini melengkapi penyerahan 50 mushaf sebelumnya oleh LMI di SMPN 1 Pengasih pada Agustus 2026.
Meskipun belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan, GKM berkomitmen untuk terus mendekatkan para donatur dengan sekolah yang membutuhkan.
Liputan: Suyono Sugondo



