Yogyakarta, Proliman News – Kepala Stasiun Klimatologi D.I Yogyakarta Reni Kraningtyas, membagikan data perkembangan iklim tahun 2026 sebagai berikut.
Berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan bahwa:
– Angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari timur mengindikasikan Monsun Australia aktif.
– Indeks El Nino Southern Oscillatio (ENSO) dalam kondisi moderat, El Nino kategori kuat berpeluang terjadi pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2026.
– Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam kategori netral, DMI Positif berpeluang terjadi September sampai dengan Desember 2026.
– Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.
– Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan D.I Yogyakarta, antara -0.5°C s.d. 0.5°C (kategori netral – hangat), dengan suhu berkisar antara 24°C s.d. 26°C.
Prediksi hujan dasarian:
– Curah hujan dasarian III Juli 2026 diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 0 – 10 mm/dasarian dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal (BN).
– Curah hujan dasarian I Agustus 2026 diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 0 – 10 mm/dasarian dengan sifat hujan bervariasi Bawah Normal (BN) – Atas Normal (AN).
– Curah hujan dasarian II Agustus 2026 diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 0 – 10 mm/dasarian dengan sifat hujan bervariasi Bawah Normal (BN) – Atas Normal (AN).
Dalam tiga bulan ke depan, curah hujan di wilayah D.I Yogyakarta diprediksi sebagai berikut:
– Curah hujan bulan Agustus 2026 diprediksi berkisar 0 – 20 mm/bulan (kriteria rendah) dengan sifat hujan bervariasi Bawah Normal (BN) – Atas Normal (AN).
– Curah hujan bulan September 2026 diprediksi berkisar 0 – 20 mm/bulan (kriteria rendah) dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal (BN).
– Curah hujan bulan Oktober 2026 diprediksi berkisar 0 – 20 mm/bulan (kriteria rendah) dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal (BN).
Prediksi Musim Kemarau 2026:
– Sifat hujan musim kemarau 2026 diprediksi Bawah Normal (BN) 7 ZOM (87.5%) dan Normal (N) 1 ZOM (12.5%).
– Puncak musim kemarau 2026 diprediksi pada bulan Agustus 2026 8 ZOM (100%).
– Durasi musim kemarau 2026 di D. I Yogyakarta diprediksi bervariasi antara 16 – 18 dasarian sebanyak 1 ZOM (12.5%), 19 – 21 dasarian sebanyak 7 ZOM (87.5%).
– Jumlah curah hujan musim kemarau 2026 diprediksi antara 250 – 400 mm.
– Akhir musim kemarau 2026 di D.I Yogyakarta diprediksi pada dasarian I dan II November 2026.
Himbauan :
BMKG menghimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk :
– Lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, seperti kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih. Hal ini berkaitan dengan aktifitas El Nino kategori kuat berpeluang terjadi pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2026, yang dampaknya dapat mengurangi curah hujan dan menambah durasi periode musim kemarau di wilayah D. I Yogyakarta.
– Mewaspadai prediksi sifat hujan musim kemarau 2026 di Bawah Normal (BN), yang artinya kondisi musim kemarau diprediksi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya. El Nino dapat mengakibatkan kekeringan yang berpeluang mulai bulan Juli hingga Desember 2026. Diperlukan tindakan antisipasif dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien.
– Senantiasa memperbarui informasi iklim dari BMKG Stasiun Klimatologi D.I Yogyakarta melalui :
Twitter : staklim_jogja
Instagram : staklim_jogja
Youtube : staklim_jogja
Facebook : staklimjogja
Telepon : 0274 2880151/2880152
Whatsapp : 0811 2638 113
Website : https://staklim-yogya.bmkg.go.id/
Liputan : W Maryanti



