Suasana Duka Selimuti Rumah Keluarga Prajurit TNI Sertu Muhammad Nur Ichwan yang Gugur Di Lebanon

Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku(foto/ist)

Magelang, Proliman News – Suasana duka menyelimuti rumah orang tua Sertu Muhammad Nur Ichwan (25) di Dusun Deyangan, Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Hal itu setelah adanya kabar gugurnya seorang prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia di Lebanon menyebut nama Muhammad Nur Ichwan, 25 berpangkat Sersan Satu (Sertu).

Ichwan tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Dia diketahui bertugas sebagai tenaga kesehatan di bawah Kesdam IX/Udayana.

Markas Besar (Markas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengungkap identitas prajurit yang gugur dan luka-luka di Lebanon Selatan atau daerah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Senin (30/3/2026).

Mereka adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).

Dua prajurit lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

BACA JUGA  Ketum PBNU Gus Yahya Protes Keras Terhadap Tayangan Expose Uncensored Trans 7, Ini Menghina NU

Insiden pada Senin (30/3/2026) terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) sedang mengawal konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Pengawalan dilakukan untuk mendukung perjalanan dari Markas Sektor Timur UNIFIL di United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Markas Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

Kendati demikian, di tengah eskalasi konflik itu, kendaraan yang ditumpangi oleh empat korban meledak.

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tegas dia.

 Diberitakan sebelumnya, sebanyak delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban di Lebanon Selatan, berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pertahanan RI pada Selasa (31/3/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, situasi keamanan di wilayah penugasan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir.

“Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi,” kata Rico dalam siaran pers yang diterima Selasa (31/3/2026).

“Dalam insiden tersebut  dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat,” ujarnya.

Rico memastikan bahwa para prajurit yang mengalami luka saat ini dalam penanganan medis intensif di Beirut.

BACA JUGA  Politisi PDIP dan Seniman Besar Indonesia Guruh Soekarno Putro Meninggal Dunia Pagi Ini di RS Siloam Hospitol Jakarta

Rico menjelaskan, para korban saat itu tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.

Liputan : W Maryanti/ Media Pro

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *