Sukses Transisi dari Anggar Floret ke Sabel, Aluna Siswi SMPN 2 Sentolo Raih Perak Nasional

"Tenang dalam bertahan, kilat dalam menyerang." — Aluna Oktabria Senandung Nacita (foto/dok)

Yogyakarta, Proliman News – Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali diukir oleh atlet muda berbakat asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aluna Oktabria Senandung Nacita, siswi kelas VIII A dari SMP N 2 Sentolo, Kulon Progo, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara II (Medali Perak) dalam kategori Anggar Sabel Putri U14 pada ajang bergengsi East Java Open Fencing Championship 2026 yang digelar di Mojokerto, Jawa Timur.

​Keberhasilan ini menjadi pembuktian luar biasa atas kerja keras dan ketangguhan mental Aluna. Pasalnya, ajang ini merupakan debut perdananya setelah melewati transisi besar dalam karier anggarnya. Atas arahan dari sang pelatih, Aluna diminta berpindah kategori senjata dari Floret (Foil) senjata yang digunakannya saat menyabet medali perak di POPDA 2026 lalu menjadi Sabel (Sabre). Meski teknik, aturan, dan karakteristik kedua senjata tersebut sangat berbeda, Aluna mampu beradaptasi dalam waktu singkat dan langsung menembus podium juara nasional.

“Tenang dalam bertahan, kilat dalam menyerang.” — Aluna Oktabria Senandung Nacita

​Ketertarikan Aluna pada dunia anggar ternyata lahir secara unik dan mandiri, saat ia masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Di tengah rutinitas sekolah dan les pelajaran, Aluna mencari aktivitas luar ruang yang sesuai dengan kegemarannya berolahraga. Melalui eksplorasi mandiri di platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, pandangannya terpikat pada keunikan olahraga anggar.

​Melihat minat dan potensi besar sang anak, kedua orang tua Aluna memberikan dukungan penuh. Mereka mengarahkan, memfasilitasi, serta memberikan gambaran komprehensif mengenai cabang olahraga tersebut hingga akhirnya Aluna mantap mengawali langkahnya di atas lariak (arena anggar).

​Di balik kilau medali perak yang diraih, terdapat harga mahal berupa kedisiplinan tinggi yang harus dibayar. Dalam kondisi rutin, Aluna menghabiskan waktu berlatih sebanyak empat kali seminggu dengan durasi intensif enam jam per sesi. Menjelang kejuaraan besar seperti Jatim Open, porsi latihan ditingkatkan hingga hampir setiap hari, baik secara kolektif bersama pelatih di GOR maupun secara mandiri di rumah.

​Latihan fisik yang berat ini didampingi langsung oleh pelatih dan sang ayah. Tidak hanya fisik, kedua orang tua Aluna juga menerapkan pengawasan nutrisi yang sangat ketat untuk menunjang kebutuhan fisik sang atlet. Aluna diwajibkan mengonsumsi asupan tinggi protein seperti telur rebus, susu, dan multivitamin secara berkala, serta diberlakukan pantangan ketat untuk tidak mengonsumsi minuman dingin atau es.

​Perjalanan Aluna menuju podium juara di Mojokerto dipenuhi dengan ujian mental. Memasuki babak 4 besar, Aluna sempat didera rasa pesimis karena menyadari lawan-lawan yang dihadapinya memiliki jam terbang internasional yang jauh lebih tinggi. Namun, ia berhasil mengalahkan rasa takutnya. Pada babak semifinal, Aluna tampil perkasa dan sukses menundukkan atlet tuan rumah Mojokerto yang sering bertanding di luar negeri.

​Ketegangan memuncak di babak final saat ia berhadapan dengan sesama atlet tangguh dari DIY. Aluna sempat tertinggal dua poin dari lawannya. Di sela-sela jeda istirahat satu menit yang krusial, sang pelatih memberikan instruksi taktis untuk mengatur ulang strategi.

​Kunci pembalik keadaan tersebut adalah ketenangan mental. Aluna diinstruksikan untuk tetap fokus, mengontrol emosi, dan sengaja mengabaikan papan skor agar kondisi psikologisnya tidak tertekan. Strategi tersebut terbukti ampuh membawanya merebut medali perak dan berdiri tegak di podium kedua kejuaraan nasional tersebut.

​Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur, haru, dan bangga yang mendalam oleh kedua orang tua Aluna, terutama setelah sang putri sempat mengalami kegagalan pada beberapa seri Sirkuit DIY sebelumnya. Sebagai bentuk dukungan psikologis untuk anak usia remaja, orang tua Aluna selalu mengapresiasi setiap perjuangannya tanpa memandang hasil akhir. Hadiah-hadiah kecil seperti memasakkan makanan kesukaan atau membelikan jajanan favorit pasca-pertandingan menjadi cara mereka menjaga api semangat Aluna tetap menyala.

​Meski memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan) di masa depan, Aluna berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara prestasi akademis di sekolah dan karier olahraganya. Menatap masa depan, ia telah menetapkan target besar berikutnya:

  • Menembus dan memperkuat kontingen Tim PORDA 2027.
  • ​Mewakili Kabupaten Kulon Progo dalam ajang POPDA 2027 dengan target perolehan Medali Emas (meningkat dari capaian Medali Perak pada POPDA 2026).
  • ​Mempersiapkan diri menghadapi Kejurda dan Sirkuit dengan target sapu bersih medali emas.

​Di akhir perbincangan, Aluna membagikan pesan motivasi bagi generasi muda. “Aluna ingin mengajak teman-teman generasi muda untuk terus semangat belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk berkembang dan meraih prestasi, karena prestasi lahir dari kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, dan semangat untuk terus maju menjadi lebih baik,” pungkasnya penuh semangat.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Baru Sehari Menjabat Kades Balerejo Temanggung Terkejut Dikunjungi Bupati Agus Gondrong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *