Sleman, Proliman News – Kereta Bangunkarta menghantam mobil merah dan dua sepeda motor yang sedang melintas di perlintasan kereta Prambanan Sleman, Yogyakarta, Selasa siang (4/11/2025)
Tiga orang meninggal dunia, sementara empat orang lain termasuk dua balita dilarikan ke rumah sakit dalam peristiwa ini.
Sejumlah saksi mata mengatakan kondisi palang pintu sisi utara tidak menutup saat kereta melaju kencang, sementara palang sisi selatan sudah patah.
Kendaraan dari arah utara pun masih banyak yang melintas, sehingga tidak menyadari maut sudah di depan mata.
“Semua menjerit, saat mobil merah dan motor di belakangnya langsung kesambar kereta. Yak arena masih banyak kendaraan yang jalan, seperti enggak sadar kereta udah deket,” ujar seorangs saksi mata.
Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto menyatakan dari kejadian ini, tiga korban meninggal dunia adalah pengendara motor.
Sementara penumpang mobil masih dirawat intensif di rumah sakit.
Polisi bersama pihak KAI kini menyelidiki apakah palang pintu sempat menutup atau tidak saat insiden terjadi.
Sementara di ruang lain, insiden ketemper Kereta Api (KA) kembali terjadi di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta, melibatkan KA Lodaya 77 Solo Balapan-Bandung, pada Selasa pagi (4/11/2025) sekitar pukul 07.55 WIB.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan KA 77 Lodaya relasi Solo Balapan-Bandung menemper orang di kilometer 151+9 petak jalan Prambanan-Maguwo.
“Korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kalasan dan ditangani oleh Polsek Prambanan,” katanya, saat dikonfirmasi Selasa pagi.
Feni menyampaikan, KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan terjadinya temperan KA dan mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, berhati-hati, disiplin mematuhi rambu-rambu yang ada dan tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
“Karena pelanggaran di perlintasan sebidang dan jalur KA dapat membahayakan keselamatan, baik keselamatan para petugas kereta api, penumpang KA maupun pengguna jalan itu sendiri.
Adapun seluruh awak dan penumpang KA 77 Lodaya dalam kondisi selamat dan aman.
KA 77 Lodaya sempat berhenti untuk dilakukan pengecekan rangkaian dan pada pkl 08.02 WIB KA 77 Lodaya melanjutkan perjalanan.
PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang KA yang terdampak atas kejadian ini.
“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku, tidak beraktivitas di jalur KA dan hanya melintas di perlintasan sebidang resmi,” terang Feni.
Liputan: Tim Redaksi



