Kulon Progo, Proliman News – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kulon Progo periode 2026–2030 resmi dikukuhkan di Morazen Hotel, Minggu (25/1/2026).
Kepengurusan baru langsung dibebani target tinggi yakni meraih medali emas perdana pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY 2027.
Target tersebut bukan tanpa alasan. Hingga kini, cabang olahraga bola basket Kulon Progo belum pernah meraih perak sekalipun di ajang PORDA.
Bahkan pada PORDA DIY 2025, tim basket Kulon Progo tidak berpartisipasi, mencerminkan persoalan mendasar pada sisi pembinaan, kesiapan atlet, dan tata kelola organisasi.
Ketua DPD Perbasi DIY KPH Purbodiningrat menyerahkan surat keputusan kepengurusan kepada Ketua DPC terpilih, Ika Damayanti Fatmanegara.
Ia menyebut basket masih menjadi “pekerjaan rumah” dalam peta prestasi olahraga Kulon Progo.
“Pembinaan harus dimulai dari bawah dan berkelanjutan. Tidak mungkin mengejar target PORDA DIY dengan cara instan,” kata Purbodiningrat.
Ia menegaskan, Perbasi DIY siap mendampingi melalui kompetisi berjenjang dan program pembinaan, namun keberhasilan tetap bergantung pada konsistensi daerah dalam membangun ekosistem atlet, pelatih, dan klub.
Ketua DPC Perbasi Kulon Progo, Ika Damayanti Fatmanegara, mengakui tantangan yang dihadapi kepengurusan baru tidak ringan.
Usai pelantikan, pihaknya akan menggelar rapat kerja untuk merumuskan peta jalan pembinaan menuju PORDA DIY 2027.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, klub, maupun pihak swasta untuk memperkuat pembinaan bola basket,” ujar Ika.
Sementara itu, Ketua KONI Kulon Progo, Hamam Mutaqim, menyebut pelantikan ini sebagai momentum kebangkitan cabang olahraga bola basket.
Ia merujuk pada pesan Bupati agar seluruh cabang olahraga menargetkan medali emas pada PORDA mendatang.
“Pada PORDA 2027, semua cabor harus memberi hadiah emas. Bola basket harus ikut berjaya,” katanya.
Namun, target tersebut kini diuji oleh realitas di lapangan berupa keterbatasan jumlah klub aktif, minimnya kompetisi lokal yang berkesinambungan, serta ketersediaan sarana latihan berstandar masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terjawab.
Perbasi DIY berharap, melalui kepengurusan baru, Kulon Progo tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi membangun fondasi pembinaan yang mampu melahirkan atlet kompetitif secara berkelanjutan bukan sekadar memenuhi target PORDA DIY 2027.
Liputan: Anung Marganto



