Kulon Progo, Proliman News – Jumlah tabungan /deposito milik ratusan nasabah korban BUKP Wates yang sudah terverifikasi hingga Minggu (27/4/2025) sore mencapai Rp 4 miliar.
“Besuk pagi akan kita selesaikan verifikasi sejumlah rekening/bilyet milik beberapa nasabah korban BUKP Wates, nilai sementaranya lebih dari Rp 500 juta, “ ujar Meylita Ketua Paguyuban Nasabah Korban BUKP Wates.
Sehingga ketika sejumlah rekening itu selesai diverifikasi nilai tabungan/deposito nasabah korban BUKP Wates akan mencapai lebih dari Rp 4,5 miliar.
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan penyisiran nasabah korban BUKP Wates yang ada di berbagai tempat di wilayah Kapanewon Wates melalui sejumlah cara. Diantaranya dengan membagi informasi kepada para relawan dan anggota.
Meylita menegaskan, mereka yang sudah masuk dalam paguyuban kini kondisinya semakin cemas terhadap uang mereka yang tersimpan di BUKP.
“Karena sampai sejauh ini Pemprov DIY sebagai pemilik BUKP Wates juga tidak ada respon meski total tabungan makin meningkat. Apakah Pemprov DIY akan cuci tangan dan membuang kasus seolah tidak terjadi apa-apa, bisa saja terjadi begitu,” katanya.
Jika nanti Pemprov DIY cuci tangan, resikonya martabat Ngarso Dalem Sri Sultan HB X sebagai Gubernur DIY pertaruhannya.
“Jika para pejabat di Pemprov DIY mengambil langkah tidak menggubris rakyatnya yang sengsara akibat BUKP Wates, wohh besar resikonya,” kata Meylita.
Maka kini paguyuban nasabah BUKP Kulon Progo dan sejumlah pendamping serta ahli hukum perbankan tengah menyiapkan beberapa opsi jika Pemprov DIY mau memberi jaminan pembayaran, dan jika cuci tangan.
Ia melihat, kasus ini bisa menjadi mengarah kemana-mana jika tidak segera ditangani.
Sementara dari Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur sampai saat ini sudah merampungkan verifikasi tabungan/deposito untuk ratusan nasabah dengan nilai simpanan mencapai Rp 4,1 miliar lebih.
“Sampai saat ini nasabah korban BUKP Galur terselesaikan ratusan rekening/bilyet deposito dengan nilai Rp 4,1 miliar, masih ada data baru yang belum terverifikasi,” ujar Ris Ziyanto, Bendahara Paguyuban Nasabah Korban BUKP Galur.
Sehingga dari dua paguyuban nasabah korban BUKP Wates dan Galur sudah terdata ada Rp 8,2 miliar simpanan ratusan nasabah. Angka tersebut bisa melonjak hingga Rp 8,6 miliar jika beberapa rekening nasabah sudah bisa dituntaskan verifikasinya.
Liputan : Suyono Sugondo



