Trisik Release Tukik Digelar Sampai Agustus 2025, Jadi Aksi Nyata Jaga Pantai Trisik dan Pelestarian Habitat Penyu

Trisik Release Tukik jadi aksi nyata merawat Pantai Trisik dan melestarikan habitat penyu digelar kembali Juli-Agustus 2025.
Trisik Release Tukik jadi aksi nyata merawat Pantai Trisik dan melestarikan habitat penyu digelar kembali Juli-Agustus 2025.

Kulon Progo, Proliman News – Pengelola Pantai Trisik kembali menyelenggarakan event tahunan bertajuk “Trisik Release Tukik” ( Aku dan kamu Selamatkan Penyu) sebagai representasi aksi nyata dalam merawat Pantai Trisik sebagai habitat pendaratan penyu terbesar di Kulon Progo dan mengembalikan tukik Kembali ke habitatnya.

Aksi Kolaborasi yang melibatkan Pokdarwis Banaran, Kelompok Konservasi Penyu Abadi, Desa Wisata Banaran, dan Paguyuban Wisata Pantai Trisik sukses digelar di Pantai Trisik, Minggu 20 Juli 2025. Acara yang digelar selama musim penetasan tukik antara bulan juli – agustus dibuka untuk umum.

Selama event berlangsung, pengunjung akan diajak belajar mengenai konservasi Penyu, Aksi Bersih Pantai, dan Pelepasanliaran tukik Kembali ke habitatnya. Sebanyak 100 tukik telah berhasil dikembalikan ke habitatnya dalam kegiatan ini.

Menurut data yang dihimpun Kelompok Konservasi Penyu Abadi, sampai bulan Juli ini sudah ditemukan 28 sarang penyu di Pantai Trisik. Sebanyak 12 sarang berhasil menetas dan 4 sarang yang mengalami gagal tetas.

Dari 12 sarang yang menetas tersebut, ada 1.009 tukik yang sudah ditangkarkan. Sebanyak 625 Tukik sudah dilepasliarkan. Sisanya akan dilepas secara bertahap sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Meskipun pada tahun kemarin terdampak abrasi parah yang menyebabkan Sebagian besar bangunan di Konservasi Penyu Abadi hilang dan aktivitas konservasi penyu sempat terhenti, namun berkat dukungan berbagai pihak, operasional kegiatan konservasi penyu di Pantai Trisik tetap Kembali berlanjut ditengah berbagai keterbatasan.

BACA JUGA  Ratusan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gelar Aksi Demo Desak Pembubaran DPR RI

“Alhamdulliah kami berusaha bangkit setelah tahun kemarin sempat terpuruk karena rusaknya berbagai fasilitas di konservasi penyu kami, melalui event “Trisik Release Tukik” ini kami meneguhkan eksistensi pelestarian penyu di Pantai trisik dan Ekowisata sebagai penggerak utamanya,” Ujar Edi Yulianto selaku Pengelola Konservasi penyu Abadi dan Ketua Pokdarwis Banaran.

“Bagi Pengunjung yang belum bisa berpartisipasi hari ini, minggu depan agenda “Trisik Release Tukik” akan kami gelar Kembali minggu depan, Selain mendapatkan edukasi & melepas tukik pengunjung bisa berdonasi untuk mendukung Kegiatan Konservasi penyu Abadi agar tetap eksis, dan bagi pengujung yang berdonasi akan mendapatkan merchandise & sertifikat sebagai bentuk apresiasi dari kami,” Tukas Edi.

Event “Trisik Release Tukik” juga sejalan dengan Pengembangan Pariwisata berbasis konservasi di Pantai Trisik. Berbagai macam isu lingkungan yang ada di Kawasan ini berusaha dijawab dengan pengembangan ekowisata, diantaranya penyu, mangrove, cemara, pandan, dan sampah. Kedepan event ini akan diperbesar skalanya melalui aksi kolaborasi dengan berbagai pihak.

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *