UGM dan Pemkab Kulon Progo Berkolaborasi Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Pertanian

UGM dan Pemkab Kulon Progo Berkolaborasi Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Pertanian. (Foto/Universitas Gajah Mada)

Kulon Progo, Proliman News — Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menginisiasi program pengembangan ekonomi lokal berbasis pendekatan ekonomi sirkular (circular economy) guna menciptakan kemandirian ekonomi yang inklusif bagi masyarakat.

​Program strategis ini dirancang secara komprehensif untuk mengintegrasikan potensi warga lokal, meningkatkan kualitas serta nilai tambah produk, memberikan pendampingan intensif, hingga memperluas akses pasar.

​Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Sc., M.Sc., menegaskan bahwa keterlibatan UGM merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. UGM dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam membangun ekosistem yang menghubungkan produk kerakyatan dengan pasar yang lebih luas.

​”Sejak lahirnya UGM memang kita hidup dengan masyarakat. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu tulang punggung,” ujar Danang.

​Pada tahap awal, program kolaboratif ini memprioritaskan sektor pertanian melalui pelatihan petani modern di fasilitas Field Research Center (FRC) Wates. Melalui pelatihan ini, para petani diharapkan mampu mengadopsi metode budidaya yang lebih efisien, adaptif teknologi, serta mampu menghasilkan komoditas berkualitas tinggi. Komoditas melon menjadi fokus utama di tahap awal sebelum dikembangkan ke komoditas unggulan lainnya di Kulon Progo.

​Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menyambut antusias sinergi ini dan berharap kemitraan berbasis riset serta keilmuan dapat berjalan secara berkesinambungan.

BACA JUGA  Seluruh Korban Keracunan Paket Makanan SPPG Kaliagung Sentolo Kulon Progo Sudah Tertangani

​”Kami sangat berharap kerja sama dengan UGM ini bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan, baik melalui fakultas, direktorat, maupun pusat-pusat penelitian yang ada di UGM. Kami ingin berbagai potensi dan persoalan di Kulon Progo bisa kita kaji dan kembangkan bersama,” ungkap Agung.

​Pemkab Kulon Progo membuka ruang kolaborasi luas yang mencakup sektor riset, hilirisasi produk unggulan, pariwisata, perikanan, hingga penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Dengan dukungan kepakaran dari UGM, program ekonomi sirkular ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama kemandirian ekonomi masyarakat Kulon Progo secara berkelanjutan.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *