Up Date Bencana Banjir Bali, 10 Orang Meninggal 6 Orang Masih Hilang Ribuan Orang Terdampak

Data terbaru dari Posko Bencana Banjir Bali, 10 orang korban meninggal dunia, 6 orang masih hilang dan 1.900 orang terdampak.(foto/ist)

Bali, Proliman News – Data terbaru dari Posko Bencana Banjir Bali, 10 orang korban meninggal dunia, 6 orang masih hilang dan 1.900 orang terdampak.

Ratusan bangunan roboh, terdiri dari rumah warga, dan fasilitas umum.

Banjir dan longsor melanda Denpasar, Jembrana, Badung, hingga Gianyar.

Di Denpasar, Bali, 5 korban meninggal sudah teridentifikasi masing-masing Ni Wayan Lenyod, Nadira, Endang Cahyaning Ayu, Rio Saputra dan perempuan tanpa identitas (Mrs. X)

Sementara 6 orang masih hilang, di antaranya Made Suwitri (43), Tasnim (54), dan Farwa Husein (32).

Jenazah korban kini berada di RSUP Sanglah. Keluarga yang kehilangan diminta segera melapor ke Posko DVI.

Di Jembrana, Bali, korban meninggal, masing –masing Nita Kumalasari (23), ibu muda hamil 2 bulan, terseret arus deras di Banjar Munduk, Desa Pengambengan.

Komang Oka Sudiastawa (37), warga Banjar Sebual, ditemukan tewas tersetrum listrik saat rumahnya terendam banjir.

Di Kerobokan, Bali, Endang Cahyaning Ayu (42) hanyut saat bersama suaminya mengantar kue dagangan.

Sang suami selamat, namun Endang ditemukan meninggal di lokasi berbeda.

Di Gianyar, Bali, dua lansia, Ni Made Rupet (87) dan Ni Made Latip (75), tewas tertimpa tembok rumah yang ambruk diterjang longsor.

Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai dan tebing rawan longsor.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengakui kewalahan tangani bencana alam banjir di Bali setelah efisiensi anggaran atau pemotongan dana transfer yang dikurangi 24 persen.

BACA JUGA  Belum Ada Kepastian Kapan Jenazah Almarhum Praka Farizal Romadhon Tiba di Lendah, Kulon Progo !

Hal tersebut ia sampaikan pada Rapat Koordinasi Banjir di Provinsi Bali bersama BNPB, di Kerta Sabha pada Rabu, 10 September 2025.

“Nanti setelah arahan dari Bapak Kepala BNPB apa yang kita akan tangani sendiri dengan kemampuan anggaran yang kita miliki karena memang Bali mengalami kesulitan fiscal dengan dana transfer dikurangi 24 persen,” jelas Koster.

Ia pun meminta agar Bupati dan Wali kota terdampak banjir ini dapat menangani banjir dengan cepat.

Liputan : Ady Sutrisno

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *