Warga Menunggu Aksi Aparat Pemerintah Bongkar Paksa Jembatan Apung Pajangan Bantul – Lendah Kulon Progo !

Mari kita lihat bagaimana asyiknya jembatan apung ini ke depannya. Masihkah pemerintah melarang ide ini? (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Jembatan apung yang mengubungkan Lendah Kulon Progo – Pajangan Bantul bakal dibongkar aparat pemerintah karena dinilai ilegal dan tidak aman.

Unggahan di berbagai media sosial pun ramai diperbincankan, karena jembatan ini dianggap sebagai sumbang sih warga (pengusaha,red) terhadap krisis anggaran yang kini melanda pemerintah.

Sejumlah warganet mengatakan, mestinya penggagas jembatan apung ini mendapat penghargaan karena telah peduli dengan kondisi bangsa.

Bukannya malah dianggap sebagai musuh pemerintah karena telah menyumbangkan dana sebesar Rp 150 juta untuk membangun jembatan apung.

“Mestinya pemrakarsanya diberi penghargaan, aparat pemerintah melakukan perbaikan di sana sini agar jembatan ini bermanfaat, bukannya malah membongkar. Aneh cara mikirnya,” ujar seorang warganet.

“Kita pernah meramalkan lho, pasti nanti di hancurin karena dianggap sebagai ilegal, dan tidak berstandar keamanan yang baik,” ujar warganet lain.

Apa yang kita lihat di lokasi sebenarnya tidak seseram apa yang dikatakan sejumlah pejabat pemerintah baik itu Dinas PU Bantul atau BBWSO.

Salah satu penjaga jembatan, Sugeng mengatakan saat debit air Sungai Progo meningkat, jembatan apung ini ternyata tetap kokok.

Karena drum air sebagai dasar jembatan aka mengapung ke atas dan landasan jembatan apun ikut naik. Secara sederhana ini merupakan teknik yang keren.

“Jadi saat hujan deras Selasa (19/8/2025) malam, permukaan air naik dan jembatan juga ikut naik karena ada drum-drum ini. Lalu ampah-sampah ikut terbawa air lewat di bawahnya, tidak tersangkut di jembatan,” katanya.

BACA JUGA  Deputi Pengaduan JCW Baharuddin Kamba Minta Seluruh SPPG di Yogyakarta Dievaluasi Secara Menyeluruh

Sugeng juga menjelaskan jika konstruksi jembatan diperkuat dengan sling baja di beberapa bagian ini membuat ketahanan jembatan apung.

Sling baja tersebut digunahan untuk menahan jembatan agar tidak bergoyang ke samping kanan atau kiri.

“Maka aman. Sling baja ini kan sebagai pengikat agar jembatan tidak goyang ke kanan dan kiri. Jadi bisa stabil saat dilewati, bahkan oleh mobil sekalipun,” ujarnya.

Ia mengtakan banyak warga yang melintasi jembatan ini tidak merasa khawatir akan keselamatannya.

Bahkan banyak warga mengaku jembatan apung ini terbilang cukup aman.

Tetapi ia mengatakan, pemerintah punya cara sendiri menilai jembatan ini aman atau tidak. Aman bagi aparat pemerintah pasti ada ukurannya. Masyarakat juga punya ukuran tersendiri.

Maka dibongkar atau tidak tergantung ukuran mana yang dipakai aparat pemerintah.

“Siapa yang menjamin jembatan Srandakan tidak ambles, dan patah dan ambrol ? Siapa yang menjamin jembatan Srandakan dua tidak ngongkang kakinya, itu standar aparat pemerintah kan,” tulis warganet.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *