Demak, Proliman News – Banjir terus meluas di Demak Jawa Tengah. Kini sedikitnya 15 desa tergenang banjir antara 60 centimeter hingga 1 meter.
Air banjir dari luapan Sungai Tuntang dan jebolnya tanggul terus menggelontor, dan cenderung naik.
Kalau semula air banjir hanya menerjang Kecamatan Bonang, kini meluas ke kecamatan sekitar.
Hari ini Rabu (21/5/2025) banjir meluas hingga merendam 15 desa di 5 kecamatan, dengan ketinggian air ada yang mencapai 1 meter.
Kecamatan Bonang terdampak paling luas dimana 7 desa mereka terendam air banjir Demak ini.
Masing-masing Desa Karangrejo, Desa Kembangan, Desa Gerbanganom, Desa Sukodono, Desa Tridonorejo, dan Desa Tlogoboyo.
Menyusul kecamatan Sayung dan Guntur, masing-masing 2 desa, yaitu Desa Kalisari, Desa Sayung, dan Trimulyo, Sidoharjo.
Lalu di Kecamatan Karang Tengah dan Kebonagung masing-masing satu desa yaitu Desa Ploso, dan Desa Mintreng.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak menyebutkan, dari 15 Desa yang terendam banjir, total ada 2.959 rumah terendam.Dan sebanyak 11.462 jiwa terdampak.
Sementara itu banjir juga merendam 730 hektare lahan pertanian yang baru tanam.
Plt Kepala BPBD Demak, Agus Musyafak, mengatakan, data terakhir hingga Senin, 19 Mei 2025 malam terdapat 11 desa terendam dan 2.903 KK terdampak.
Ketinggian air, membuat nyaris kegiatan warga sehari-hari lumpuh. Seperti yang terlihat di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah.
Di desa ini warga kini hanya bisa keluar-masuk permukiman menggunakan perahu bantuan dari BPBD.
Jalan desa dan sebagian besar area permukiman terendam hingga sebahu orang dewasa.
Belum ada warga yang mengungsi, sebagian warga masih bertahan di rumah meski air terus naik.
Mereka memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tempat ibadah, karena tak sedikit yang rumahnya rusak.
“Pengungsi sementara 25 jiwa, lokasi di Masjid Kauman Desa Ploso,” kata Musyafak lagi.
Dari analisa sementara banjir besar ini disebabkan oleh tingginya curah hujan dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Sejumlah kendaraan, terutama motor, dilaporkan mogok akibat terendam banjir.
BPBD masih menyiagakan perahu dan tenaga relawan untuk evakuasi dan distribusi bantuan logistik, serta terus memantau kondisi tanggul dan aliran air sungai terkait banjir di Demak.
Warga membutuhkan bantuan logistik dan obat-ibatan, terutama gatal dan meriang pusing, dan sejenisnya.
Liputan : Suyono Sugondo



