180 Personil Lantas Polres Kulon Progo Diterjunkan Dalam Operasi Patuh Progo 2025 Sampai 27 Juli

Polres Kulon Progo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Progo 2025 pada Senin (14/7/2025). (foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Polres Kulon Progo mengerahkan 140 personel dalam pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2025, yang digelar pada 14 – 27 Juli 2025.

Mereka akan fokus pada kegiatan mencakup 25% preemtif, 25% preventif, dan 50% represif. Sedang Operasi ini melibatkan 980 personel di seluruh DIY dan dilaksanakan serentak secara nasional.

Demikian Wakapolres Kulon Progo Kompol Amalia Normadiah dalam amanatnya pada Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Progo 2025 pada Senin (14/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Kulon Progo. Operasi akan berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama (PJU) Polres, termasuk Kasat Lantas AKP Priya Trihandaya.

Kompol Amalia menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana pendukung operasi.

“Apel ini untuk memastikan pelaksanaan operasi dapat berjalan secara optimal dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Berdasarkan data Ditlantas Polda DIY, jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah DIY mengalami peningkatan.

Tahun 2023 tercatat 6.861 kasus laka lantas, meningkat menjadi 7.176 kasus di tahun 2024 atau naik sekitar 5%.

Kompol Amalia menyebut bahwa sebagian besar kecelakaan bermula dari pelanggaran lalu lintas.

BACA JUGA  Pusat Pembinaan Kader Bangsa: Muhammadiyah Resmi Hadirkan Padepokan Tapak Suci Baru

“Pada Operasi Patuh Progo 2024 lalu, tercatat 26.821 pelanggaran lalu lintas, terdiri dari 13.052 tilang dan 13.769 teguran. Pelanggaran didominasi oleh pengendara roda dua, terutama karena tidak memakai helm standar, melawan arus, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi,” jelasnya.

Operasi Patuh Progo 2025 akan dilaksanakan dengan pendekatan terpadu, mulai dari pemetaan lokasi rawan, penyuluhan kepada masyarakat, pemberian teguran simpatik, penindakan dengan tilang elektronik (ETLE), hingga membangun counter opini terhadap hoaks lalu lintas di media sosial.

Operasi ini melibatkan 980 personel di seluruh DIY dan dilaksanakan serentak secara nasional. Polres Kulon Progo sendiri mengerahkan 140 personel dalam pelaksanaan operasi di wilayahnya. Fokus kegiatan mencakup 25% preemtif, 25% preventif, dan 50% represif.

Adapun pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran dalam operasi kali ini meliputi pengendara di bawah umur, pengendara sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI dan safety belt, melawan arus, melebihi batas kecepatan, berkendara dalam pengaruh alkohol, dan menggunakan ponsel saat berkendara.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Kulon Progo, AKP Priya Trihandaya, dalam keterangannya menyebutkan bahwa operasi ini bertepatan dengan masa awal tahun ajaran baru sekolah.

Oleh karena itu, edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa dan wali murid juga digencarkan.

“Dari data dua bulan terakhir, memang ada sedikit peningkatan angka kecelakaan, meski angka fatalitas menurun. Kecelakaan banyak melibatkan pengendara roda dua, dengan rentang usia 15 sampai 25 tahun,” ujar AKP Priya.

BACA JUGA  Banjir Merendam Berbagai Ruas Jalan dari Jombor Hingga Ringroad Selatan Sungai Gajah Wong Elevasi Naik

Ia menambahkan bahwa Polres Kulon Progo terus berupaya memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, terutama di kalangan pelajar.

“Ops Patuh ini bukan sekadar penindakan, tapi juga mendorong kedisiplinan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Liputan : Anung Marganto

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *