25 Tahun Lukisan ‘Berburu Celang’ Karya Djoko Pekik Kembali Menggaung di Tengah Gilanya Korupsi

Djoko Pekik lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 2 Januari 1937. Ia meninggal pada usia 86 tahun.(foto/ist)

Yogyakarta, Proliman News – Pelukis Djoko Pekik, memang telah meninggal dunia pada tanggal 12 Agustus 2023 lalu, setelah dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta.

Ia telah meninggalkan goresan teramat dalam bagi bangsa ini dengan lukisannya  “Berburu Celeng”.

Lukisan yang dilelang dengan harga Rp 1 miliar di awal reformasi itu sungguh sangat fantastik, sehingga banyak mendapatkan pujian bertubi-tubi.

Djoko Pekik lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 2 Januari 1937. Ia meninggal pada usia 86 tahun.

Maestro seni lukis di Indonesia ini lahir dari keluarga petani, ia mengenyam pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta.

Bersama beberapa pelukis lainnya seperti Amrus Natalsya, Ng Sembiring, Isa Hasanda, Misbach Thamrin, dll, ia mendirikan Sanggar Bumi Tarung.

Tahun 1965 pasca-tragedi berdarah G 30 S, ia ditangkap rezim pemerintah karena dianggap berhubungan dengan LEKRA yang terafiliasi dengan PKI.

Djoko Pekik kemudian berada di dalam penjara LP Wirogunan Yogyakarta selama 7 tahun.

Setelah bebas ia kembali melukis dengan karakteristik lukisannya khas realis ekspresif. Karya-karyanya lekat dengan problem sosial dan persoalan-persoalan rakyat.

Karya lukisnya yang fenomenal tentu saja adalah “Berburu Celeng” (1998).

Lukisan ini mampu menggambarkan secara eksplisit kemarahan rakyat karena ulah para pemimpin masa itu. Karya ini kabarnya ditebus oleh kolektor Rp 1 miliar. Harga yang fantastis pada masa itu.

Lukisan itu menggambarkan rakyat yang bersorak-sorak ria mengarak buruan mereka, celeng dalam sandatan panjang.

BACA JUGA  Luar Biasa ! Pagelaran Wayang 30 Dalang Lakon Wahyu Eko Jati di Haul Dalang Legendaris Ki Hadi Sugito

Mereka merayakan keberhasilannya karena berhasil menangkap celeng.

Dalam lukisan itu juga digambarkan latar belakang jembatan yang kala itu sebagai simbol kritik terhadap Presiden Soeharto atau disebut Bapak Pembangunan. 

Dalam lukisan itu, Djoko Pekik merespon peristiwa Orde Baru. Djoko Pekik merayakan lengsernya Soeharto pada Mei 1998 dengan lukisan “Berburu Celeng”.

”Celeng itu kan apa saja doyan. Membabi buta. Perusak. Celeng itu seperti pemimpin yang penuh dengan angkara murka,” ujarnya saat masih hidup.

 Djoko Pekik merupakan, seniman yang melewati tiga zaman pemerintahan Indonesia, mulai dari Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi.

Peristiwa-peristiwa reformasi, dosa-dosa politikus, kehidupan yang serba represif, dan ketidakadilan dalam konteks sosioekonomi kerap dijadikan tema-tema yang dihadirkan para perupa dalam karyanya.

Liputan : Rendy Satrio Prabowo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *