Kulon Progo, Proliman News – Evaluasi dukungan terhadap pasangan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan – Ambar Purwoko juga dihadiri sejumlah tokoh non partai, seperti Agus Sujarwo, mantan anggota DPRD Kulon Progo, Rabu (23/4/2026).
Pada kesempatan diberi ruang bicara ia meminta agar semua komponen pengusung dan pendukung Agung Setyawan – Ambar Purwoko tidak menutup-nutupi berbagai hal yang menjadi keresahan masyarakat.
“Mari kita bicara terbuka, melakukan kajian secara obyektif, dan memberi masukan dengan cara yang rasional by data, bukan sebagai penggosip yang ujung-ujungnya membangun pertikaian. Tidak demikian tentunya,” katanya.
Sehingga sebelum memasuki ruangan ini Agus Sujarwo mengkonfirmasi kepada pengundang ada apa, kenapa para pengusung dan pendukung berkumpul dan sepertinya tidak baik-baik saja.
“Saya sebelum ke sini, mendapat undangan dari Pak Sigit Susetyo, saya sempat bertanya ini acara apa. Tidak ada jawaban, lalu secara berseloroh saya konfirmasi kepad sahabat saya di Proliman News, dan dijawab ini sepertinya makar,” katanya.
Agus Sujarwo mengingatkan agar semua pihak tidak alergie dengan istilah makar dalam pertemuan ini. Karena makar itu berarti memberi koreksi kritis terhadap kebijakan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo.
“Makar itu bisa dimaknai sebagai memebri masukan, mengingatkan, dan memberi koreksi kritis. Itu makar. Kalau untuk menggulingkan pasangan ini, ya tentu tidaklah, “ ujarnya sembari tertawa.
Tetapi Agus Sujarwo juga memberi catatan penting, bahwa jika aparat penegak hukum mau dengan serius melakukan penanganan atas beberapa masukan dari masyarakat maka sebenarnya tidak perlu catatan kritis seperti ini untuk mengingatkan pasangan ini.
Kenapa ? Karena dari data masukan masyarakat, penegak hukum bisa menguraikan kronologi terjadinya berbagai tiundakan tersebut dan tentu lebih sahih karena dilakukan oleh aparat penegak hukum.
“Ini contoh saja, atau ilustrasi saja, karena tentu kita tidak ingin terjadi peristiwa-peristiwa yang menggegerkan dan membuat masyarakat tidak tenang menjalani hari-harinya,” ujar Agus Sujarwo.
Agus Sujarwo menyatakan, agar semua komponen dalam diskusi nanti memberi catatan penting yang bisa meluruskan dan mengingatkan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo bukan sebagai pendapat karena amatrah atau emosi.
Jika kelompok ini merasa gerah karena apapaun yang terjadi duduknya Agung Setyawan – Ambar Purwoko karena kerja keras semua orang ini, maka bisa berganti forum.
“Misalnya menjadi Kelompok Pengawas Kinerja Bupati, atau menjadi gerombolan apa saja, tetapi satu hal yang penting buatlah catatan untuk kemudian dismapaikan kepada Bupati – Wakil Bupati karena jika sampean semua tidak memberi masukan dengan catatan maka kerja keras sampean tidak akan jadi bahan pertimbangan amal,” katanya.
Sebab semua catatan kebaikan itu harus ada rekam jejaknya, harus ada buktinya, maka buatlah rekomendasi panjang atas dasar diskusi evaluasi ini kemudian sampaikan kepada Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo.
Liputan : Suyono Sugondo



