27 Politisi Pengusung Agung Setyawan – Ambar Purwoko Gelar Evaluasi, Sigit Susetyo: Akses Kita Putus !

Sebanyak 27 politisi dari 11 partai pendukung dan pengusung Bupati - Wakil Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan – Ambar Purwoko (Akbar) gelar evaluasi setahun kekuasaan pasangan ini, Rabu ( 22/4/2026) di Rumah Makan Bebek Brontak, Tawangsari.(foto/Sigit)

Kulon Progo, Proliman News – Sebanyak 27 politisi dari 11 partai pendukung dan pengusung Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan – Ambar Purwoko (Akbar) gelar evaluasi setahun kekuasaan pasangan ini, Rabu ( 22/4/2026) di Rumah Makan Bebek Brontak, Tawangsari.

Evaluasi bertajuk silaturhami Pengusung dan Pendukung Pasangan Bupati / Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan – Ambar Purwoko ini dipimpin oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kulon Progo Sigit Susetyo sekaligus sebagai tuan rumah.

Hadir dan duduk di depan Politisi Partai Golkar Jujuk Juwardi, mantan Ketua DPD Partai Golkar Kulon Progo Suharto, lalu ada Ketua DPC PPP Kulon Progo, Zuharsono Ashari dan jajarannya, kemudian ada juga Politisi PAN Kulon Progo Muhtarom Asrori, serta politisi partai-partai non parlemen.

Sigit Susetyo dalam pengantarnya memberikan gambaran bahwa setelah bekerja keras memenangkan pasangan Agung Setyawan – Ambar Purwoko (Akbar) pihaknya tidak bisa lagi berkomunikasi dengan penguasa di Kulon Progo ini.

“Kami dari Partai Demokrat, tentu bersama-sama partai lain sudah bekerja maksimal dan memenangkan pasangan Agung Setyawan – Ambar Purwoko (Akbar) di Pilkada 2024. Tetapi setelah itu kami tidak bisa berkomunikasi, tidak ada ajakan untuk membahas masa depan Kulon Progo dan nyaris tidak saling kenal,” katanya.

Ia meminta semua politisi partai pendukung dan pengusung terbuka seterbuka-bukanya pada kesempatan evaluasi ini.

BACA JUGA  Apa Untungnya Masyarakat Indonesia Menggunakan CNG Sebagai Pengganti LPG

Sehingga pertemuan ini tidak dianggap sebagai makar tetapi benar-benar pertemuan sehat yang mengevaluasi hubungan mereka dengan Bupati – Wakil Bupati Agung Setyawan – Ambar Purwoko.

Sigit Susetyo menegaskan, bahwa selama setahun ini banyak anggota masyarakat yang menagih janji kepadanya terkait janji politik dan pernyataan pasangan Akbar saat kampanye.

“Ketika ada warga yang menagih janji, tentu kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya saja kami harus katakan bahwa Partai Demokrat sudah tidak dipakai lagi oleh Bupati – Wakil Bupati Agung Setyawan – Ambar Purwoko. Boro-boro dipakai, seakan-akan kenal pun tidak, kami harus jujur seperti itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, apa yang dilakukan partainya bersama para pengusung dan pendukung lain tidak boleh dianggap sepele atau dihilangkan dari ingatan Agung Setyawan – Ambar Purwoko.

Keduanya harus diingatkan agar mereka sadar bahwa sukses duduk di kursi kekuasaan itu karena dukungan dan kerja keras Partai Demoktrat dan partai pengusung dan pendukung yang lain.

“Keduanya juga harus diingatkan bahwa masyarakat itu makin sering membicarakan dengan seksama soal ketidakpuasan mereka kepada Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan – Ambar Purwoko, topiknya selalu tidak enak didengar, mulai jalan bosok, pangan mahal, tidak ada pergerakan dan sebagainya,” paparnya.

Jika tidak bisa diingatkan maka ia mengajak semua pihak berdoa agar kekuasaan yang kini ada di genggaman Agung Setyawan – Ambar Purwoko selesai sampai tuntas dalam keadaan khusnul khotimah.

BACA JUGA  Soal Surat Tugas DPP PDIP di Pilkada Kulon Progo 2024, Begini Penjelasan Novida Kartika Hadhi !

“Begitu pengantar kami, di depan kita ada Pak Jujuk Juwardi (Golkar), Pak Zuharsono Ashari (PPP), Mas Muhtarom Asrori (PAN), Pak Suharto (Golkar), lalu ada Pak Agus Sujarwo, Pak Lurah Burhani Aswin dan semua partai non parlemen hadir lengkap, bahkan ada tamu dari tokoh masyarakat,” ujarnya.

Sigit Susetyo berharap evaluasi ini tetap mengukuhkan kebersamaan mereka baik dalam bingkai lembaga atau kelompok atau apapun untuk kepentingan perjuangan masyarakat Kulon Progo ke depan, dan tetap terus mencermati perjalanan Bupati- Wakil Bupati Agung Setyawan – Ambar Purwoko.

Karena komunikasinya dengan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo putus setelah mereka diloantik. Sehingga pihaknya tidak bisa mengakses dengan sejoli penguasa tersebut tanpa alasan yang jelas.

“Sepertinya akses kami, mungkin juga kita semua ini diputus. Sehingga saat ini kami tidak bisa berkomunikasi lagi dengan keduanya. Mungkin karena keduanya menganggap kami, kita semua ini tidak ada. Atau tidak butuh lagi dengan para politisi ini. Kalau kami dianggap ada tentu jika lama tidak kelihatan akan dihubungi atau dikaruhke, tetapi ini tidak ada karuh-karuhan, tidak ada jawil-jawilan, apalagi diajak bicara tentang nasib Kulon Progo,“ ujarnya.

Siapa yang memutus komunikasi ini, sengaja atau tidak, dan bagaimana bisa kita dianggap tidak ada, itu nanti kita perdalam pada sesi pendalaman dan diskusi, lanjutnya.

BACA JUGA  Kampung Klewonan Triharjo Wates Kulon Progo Raih Tropi ProKlim Utama Tingkat Nasional Tahun 2025

“Tetapi bahwa setahun ini kita merasakan, keduanya tidak kenal sama sekali dengan dengan kita, terutama Partai Demokrat Kulon Progo. Semoga partai lain masih leading dan cair,” katanya.

Selanjutnya Sigit Susetyo menyerahkan waktu kepada politisi Partai Golkar Jujuk Juwardi sebagai pembicara pertama dalam evaluasi tersebut.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *