75 Tahun Kulon Progo, Khidmat Tirakatan dalam Balutan Kebersamaan

75 Tahun Kulon Progo, Khidmat Tirakatan dalam Balutan Kebersamaan. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News — Suasana khidmat menyelimuti malam tirakatan Hari Jadi ke-75 Kulon Progo yang digelar di Halaman Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo Rabu (14/10/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, DPRD, tokoh masyarakat, serta tokoh agama lintas iman ini diisi dengan doa bersama, renungan sejarah, hingga refleksi diri demi mewujudkan kemajuan daerah.

Doa lintas agama dipimpin oleh para ulama, kyai, romo, pendeta, bhiksu, hingga pandhito. Kehadiran para tokoh agama dari berbagai latar belakang tersebut mempertegas semangat toleransi dan kebersamaan masyarakat Kulon Progo.

Acara ini diisi potong tumpeng dan refleksi peringatan hari jadi yang diisi oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Ahmad Nurmandi, M.Sc. Refleksi ini bertajuk Kulon Progo maju dan mandiri dengan pengembangan pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh agama dan seluruh tamu undangan yang hadir. Menurutnya, kehadiran para pemimpin umat menjadi simbol kuatnya persatuan di tengah keberagaman.

“Tirakatan bukanlah sekadar kegiatan seremonial. Tirakatan adalah momen perenungan, introspeksi, dan doa bersama untuk mengingat perjalanan panjang daerah yang kita cintai ini,” tegas Agung Setyawan.

Bupati mengajak seluruh peserta yang hadir untuk menjadikan malam tirakatan sebagai ajang evaluasi terhadap capaian yang telah diraih, sekaligus merenungi tantangan dan langkah strategis di masa mendatang demi mewujudkan Kulon Progo yang lebih baik, harmonis, dan sejahtera.

BACA JUGA  Tommy Maulana Samudra : Stop Pertengkaran Antara Askab PSSI Kulon Progo, Pemda dan Klub

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk mengenang sejarah penyatuan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarto berdasarkan gagasan luhur Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Penyatuan dua wilayah ini secara resmi ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1951 pada tanggal 15 Oktober 1951.

Sebagai tanda penyatuan dua wilayah tersebut, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memberikan pusaka Kanjeng Kyai Amiluhur, sedangkan Kadipaten Pakualaman menyerahkan Kanjeng Kyai Bantar Angin.

“Kedua pusaka ini merupakan perlambang untuk secara bersama-sama menyatu menjadi sebuah kekuatan yang saling bersinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Kulon Progo,” ungkapnya.

Peringatan Hari Jadi ke-75 ini mengusung tema “Satu Jiwa, Satu Rasa, Dari Kulon Progo untuk Indonesia”. Agung menjelaskan bahwa tema tersebut memiliki makna mendalam.

Satu Jiwa mencerminkan semangat kebersamaan meski memiliki latar belakang, profesi, dan pemikiran yang berbeda demi tujuan bersama.

Satu Rasa menggambarkan rasa memiliki dan kepedulian bersama terhadap pembangunan daerah. Sedangkan dari Kulon Progo untuk Indonesia menegaskan bahwa potensi, karya, dan prestasi yang lahir dari Kulon Progo merupakan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Bupati menegaskan pentingnya mengolah berbagai potensi daerah, seperti sumber daya manusia, budaya, pertanian, kelautan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM menjadi kekuatan nyata yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Meski banyak kemajuan yang telah dicapai, Bupati tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah. Seperti penanganan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, pelestarian lingkungan, serta penguatan karakter generasi muda.

BACA JUGA  Semua BUMDes di Kulon Progo Terlilit Masalah Kredit Macet Tertinggi 35 Persen, Arif Prastowo: Semua Mesti Serius!

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah, pelaku usaha, hingga kalangan pelajar, untuk terus menghidupkan nilai-nilai gotong royong, kerja keras, kepedulian sosial, dan kejujuran. (Tim Humas)

Liputan: W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *