Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo Bahas Perpanjangan MoU dan Kawasan Strategis “Gelangprojo”

Kondisi di perbatasan Kulon progo - Purworejo perlu dikembangkan agar lebih produktif aman asri indah dan memberi manfaat untuk masyarakat kedua kabupaten (foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan audiensi ke Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus membahas keberlanjutan kerja sama antarwilayah.

Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, dan Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, di Ruang Menoreh, Kompleks Kantor Bupati Kulon Progo, Kamis (12/3/2026).

Kunjungan ini merupakan langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk mengevaluasi sekaligus mempersiapkan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama daerah yang akan berakhir pada Oktober mendatang.

Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, menyampaikan bahwa penajaman objek dan ruang lingkup kerja sama sangat penting mengingat dinamika pembangunan di kedua wilayah, terutama dengan keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

“Kami ingin menjalin komunikasi lebih detail terkait perpanjangan MoU yang telah Kita sepakati sejak 2021. Harapannya, sebelum masa berlaku selesai, Kita sudah menindaklanjuti agar kerja sama ini semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di kedua kabupaten,” ujar Yuli Hastuti.

Ia juga mengungkapkan bahwa rencana ini telah mendapatkan restu dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang mendorong agar kedua kabupaten tetangga ini terus bersinergi tanpa terhalang batas provinsi.

“Sebelum Saya sowan ke sini, Saya juga sudah sowan ke sesepuh, Pak Gubernur (Sri Sultan HB X). Pak Gub juga sudah mempersilakan, ‘Silakan ditindaklanjuti, saya malah senang. Jangan melihat beda provinsi, tapi karena bersebelahan, harus komunikasi”, jelas Yuli Hastuti.

BACA JUGA  LKAP Mengingatkan: KDMP Harus Memiliki Konsep Usaha yang Matang dan Bukan Pesaing Usaha Rakyat

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menyambut baik semangat kolaborasi ini. Ia menegaskan pentingnya sinergitas demi efisiensi pembangunan. Salah satu poin utama yang diusung dalam pertemuan ini adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) “Gelangprojo” (Magelang, Kulon Progo, Purworejo).

“Hubungan Kulon Progo dan Purworejo kami namai KEK Gelangprojo. Ini penting karena daya tarik wisata di Magelang sangat kuat, sementara pintu kedatangannya ada di Kulon Progo (Bandara YIA). Kami berencana membuat jalur khusus penghubung yang akan diisi dengan pengembangan UMKM, kuliner, dan kerajinan di sepanjang lintasannya,” papar Agung.

Selain sektor pariwisata, Bupati Kulon Progo juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Border City (Kota Batas Kota) yang digagas oleh Purworejo, yang mencakup kawasan industri, perumahan, hingga perhotelan di wilayah perbatasan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula perkembangan proyek infrastruktur “Jalur Bedah Menoreh” yang akan menghubungkan Kulon Progo, Purworejo, hingga Magelang. Proyek ini diharapkan menjadi urat nadi ekonomi baru yang menghubungkan sisi barat, timur, dan selatan dari kawasan otorita tersebut.

“Kita siapkan jalur yang menghubungkan daerah ini agar tidak ada titik kebuntuan. Jika kita bergerak bersama, pembiayaan akan lebih efisien daripada kita berjalan sendiri-sendiri dengan ego masing-masing. Kami siap bersinergi demi kemajuan bersama,” pungkas Agung.

Audiensi yang berlangsung hangat di tengah suasana bulan Ramadan ini ditutup dengan komitmen kedua kepala daerah untuk segera menugaskan tim teknis guna merumuskan draf perpanjangan MoU yang lebih tajam dan aplikatif.

BACA JUGA  Masyarakat Antri Panjang di Sejumlah SPBU, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Non Subsidi Tidak Naik

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *