Agung Setyawan: Sudah Saatnya Petani Agro Kulon Progo Kuat dan Punya Posisi Tawar Tinggi, Begini Caranya !

Sudah saatnya petani agro Kulon Progo kuat dan memperoleh posisi tawar tinggi di tengah industrialisasi dan globalaisasi hari ini dan masa mendatang. (foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Sudah saatnya petani agro Kulon Progo kuat dan memperoleh posisi tawar tinggi di tengah industrialisasi dan globalaisasi hari ini dan masa mendatang.

Karena dari tangan merekalah sumber ketersediaan dan kecukupan pangan rakyat.

“Bayangkan, masyarakat punya pengahsilan tinggi tetapi susah mencari bahan pangan, apa yang bakal terjadi? Susah kan ? Tidak sejahtera kan,” seloroh Cabup Kulon Progo No.1 Agung Setyawan, Selasa  (15/10/2024).

Posisi petani agro itu sejatinya teramat penting bagi kecukupan pangan rakyat. Bukan saja penting bahkan sangat menentukan terhadap kelangsungan hidup rakyat dan hampir setengah dewa.

“Maka keberadaan petani agro, petani cabai, petani bawang merah, petani buah, petani padi, petani yang mengahsilkan pangan tidak boleh dianggap remeh,” ungkap Agung Setyawan.

Karena posisinya menjadi penentu kelangsungan hidup ratusan ribu perut rakyat di wilayah kita ini, rakyat Kulon Progo, lanjutnya.

Di sisi lain, kita melihat saat ini posisi tawar petani agro belum kuat bahkan sangat labil, paparnya saat berdiskusi soal membangun daya tawar petani agro Kulon Progo, di Wates, pagi tadi.

“Soal harga misalnya. Harga berbagai komoditi pangan hasil jerih payah petani kita masih menjadi bahan permainan empuk para pelaku pasar, mudah diombang-ambingkan tengkulak, pengepul, atau pedagang besar di berbagai kelas,” paparnya.

Agar posisi petani agro kita semakin kuat maka diperlukan dukungan kebijakan dan pendampingan hingga tercipta satu sistematika yang lebih rapi dan berpihak kepada petani.

BACA JUGA  Tertinggi, Tahun 2017 PT Selo Adikarto Bisa Menyetor Pendapatan ke Kas Daerah Sebesar Rp 3,58 Miliar

Pemerintah Kulon Progo mesti membuat kebijakan pro petani dalam bentuk penguatan teknologi pertanian, mekanisme perdagangan, dan pengembangan kawasannya.

“Kawasan yang kalkulasinya lebih produktif untuk pertanian tentu prioritasnya tetap untuk pertanian, tidak untuk sektor lain. Harus ada kebijakan pro petani pangan, karena pangan itu penting,” ujaranya.

Sedang mekanisme perdagangan hasil pertanian agro, sudah ada contoh bagaimana sistem lelang cabai di pesisir selatan itu diterapkan dan berjalan baik.

“Saya senang, sejak tahun 2000-an petani cabai menciptakan mekanisme lelang cabai, ada 23 pool cabai di pesisir selatan Kulon Progo, ini embrio bursa komoditi untuk meningkatkan daya tawar petani,” tambahnya.

Agung Setyawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada penggagas sistem lelang cabai yang kini diterapkan semua petani cabai di Kulon Progo.

Ide dan gagasannya sangat bermanfaat bagi petani, dan bisa dikembangkan untuk komoditas lain, ujarnya lebih lanjut.

“Mari kita belajar dari para penggagas mekanisme lelang cabai ini, untuk dikembangkan pada komoditas lain agar daya tawar petani kita lebih kuat,”pungkasnya.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *