Erosi Tebing Sungai Serang di Dayakan Pengasih, Kulon Progo Bahaya, Komisi C DPRD DIY Tinjau Lokasi

Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Saiful Ahmad menjelaskan pengecekan ini menindaklanjuti laporan warga setempat terkait kondisi bantaran Sungai Serang yang terus tergerus, terkikis hingga mengancam tanah warga. (foto/Wur)

Kulon Progo, Proliman News – Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY meninjau kondisi bantaran Sungai Serang di wilayah Padukuhan Dayakan, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (08/04/2026) siang.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Saiful Ahmad menjelaskan pengecekan ini menindaklanjuti laporan warga setempat terkait kondisi bantaran Sungai Serang yang terus tergerus, terkikis hingga mengancam tanah warga.

“Berdasar informasi warga, bantaran Sungai Serang ini sudah tergerus bergeser hingga sejauh 10 meter panjangnya kurang lebih sampai 150 meter. Di wilayah ini juga pernah terjadi banjir dan bahkan untuk sisi sana ada korban jiwa,” kata Lilik.

Menurutnya area Sungai Serang ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Upaya perbaikan dan normalisasi pernah dilakukan.

Namun pengikisan tebing sungai atau erosi di wilayah Dayakan, Pengasih ini cukup ekstrem. Untuk itu, Komisi C DPRD DIY pun mendorong BBWSSO agar segera melakukan penanganan terhadap masalah di bantaran Sungai Serang yang dikeluhkan warga Dayakan, Pengasih, Kulon Progo ini.

“Harapan kami agar penanganannya menjadi prioritas dan perhatian khusus dari BBWSSO,” kata Lilik Syaiful Ahmad.

Harminto, warga Dayakan yang rumahnya tidak jauh dari bantaran sungai mengaku was-was, kawatir setiap terjadi hujan deras, karena lahan terus tergerus dan banjir.

Erosi juga mengancam jalan provinsi di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Disdikpora Kulon Progo Sambut Baik Adanya Evaluasi Pedoman Bahan Ajar, Nur Wahyudi: Disdikpora Terbuka Terhadap Kritik

“Keluhan warga ini tanah bantaran sungai ini makin tergerus, sungainya makin kesini. Kalau hujan itu warga sudah ketar-ketir, airnya itu mengalir langsung tanah pada longsor ke sana. Harapan kami ya dari Komisi C yang sudah mau ke sini itu terimakasih sekali atas perhatiannya dan mudah-mudahan nanti dapat diberikan pencerahan program segera diberi solusi apakah tanggul, apakah bronjong sehingga nanti masyarakat menjadi lebih tenang,” katanya.

Erosi juga mengancam jalan provinsi hingga akan menjadi repot kalau jalan tersebut ditutup karena kalau banjir setinggi orang dewasa.

“Kemarin banjirnya sampai di sini itu lebih tinggi dari saya airnya, silep saya,” urai Harminto.

Suryo Pidekso, warga Dayakan menuturkan bahwa erosi telah terjadi setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Seiring waktu, kondisi semakin parah hingga menggerus bidang tanah warga.

“Ada sekitar 5 sampai 6 bidang tanah milik warga yang ikut terdampak. Rumah warga juga sering terkena banjir. Ini kalau pas hujan bisa setinggi orang dewasa air disini ini,” ungkap Suryo.

Erosi bantaran sungai Serang di wilayah Dayakan ini juga mengancam jembatan dan jalan provinsi di wilayah tersebut terutama jalan provinsi di posisi tikungan bahkan lahan bantaran sungainya kian tergerus.

Liputan : W Maryanti

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *