Tindak Kejahatan Makin Marak di Kawasan Jembatan Kabanaran Galur Kulon Progo Beberapa Bulan Ini

HP pengunjung disikat saat korban sedang merekam video perjalanannya bersepa menuju jembatan.(foto/ist)

Kulon Progo, Proliman News – Tindak kejahatan semakin marak di kawasan Jembatan Kabanaran, Galur, Kulon Progo.

Sejumlah peristiwa kejahatan terus terulang di seputar kawasan Jembatan Kabanaran, selama dua bulan terakhir.

Seperti hilangnya tabung gas milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di utara Masjid Zaenul Ihksan beberapa waktu lalu.

Pencurian tabung gas 3 kilogram ini sempat menjadi bahan pembicaraan warga di seputar Jembatan Kabanaran, tetapi tindak kejahatan ini tidak dilaporkan ke polisi.

“Bukan hanya satu dua tabung gas, bahkan beberapa buah tabung gas milik sejumlah PKL anggota Paguyuban PKL Manunggal Roso,” ujar Suryadi, penjaga parkir di halaman Masjid Zaenul Ihksan.

Setelah itu, kejahatan juga terjadi di dalam Masjid Zaenul Ihksan, yakni hilangnya kotak amal yang masih berisi uang sodakoh warga.

“Uangnya tidak seberapa karena kotak amal tersebut baru saja dibuka pengurus dan diambil uang sodakohnya. Sehingga kalau toh ada jumlahnya sedikit lah,” tandasnya.

Hanya saja ketika hal itu dilaporkan kepada Pengurus Masjid, pengurus memilih diam dan tidak melaporkannya kepada polisi.

“Kami langsung melaporkan kepada Pengurus Masjid saat itu, tetapi pihak pengurus memilih tidak melapor. Hanya pengurus memiliki cara sendiri untuk mengawasi para pencuri kotak amal atau harta benda lain di masjid, salah satunya dengan memasang CCTV,” lanjutnya.

Yang mengherankan, adalah kebobolan alat karaoke di Markas PKL Jembatan Kabanaran Manunggal Roso.

BACA JUGA  Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Meningkat Luncuran Awan Panas Mengarah ke Selatan dan Barat Daya

Perangkat karaoke diangkut malin dengan cara mencongel pintu dan gembok yang ada di warung PKL sekaligus Markas PKL Manunggal Roso tersebut.

Kecurian ini juga tidak dilaporkan polisi, dengan catatan para penggerak PKL menelisik secara mandiri siapa oknum-oknum yang membuat kawasan Jembatan Kabanaran sering kecurian.

“Kami tidak melaporkan kepada polisi, kami berusaha mencari sendiri siapa penjahat yang berani membobol warung-warung PKL di kawasan ini. Kami tahu, suatu ketika mereka kembali lagi ke sini, akan kita atasi dengan baru lapor polisi,” kata Dhani, pemilik warung.

Belum lagi pembicaraan kecurian usai, Sabtu (11/4/2026) pagi sekitar pukul 06.45 WIB, penjambretan terjadi di barat Jembatan Kabanaran.

HP pengunjung disikat saat korban sedang merekam video perjalanannya bersepa menuju jembatan.

Untungnya warga cepat bergerak dan pelaku bisa diamanakan dan aparat Polres Kulon Progo langsung membawa pelaku ke kantor polisi.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *