Magelang, Proliman News – Aktivitas vulkanis Gunung Merapi kembali meningkat setelah terjadi awan panas guguran pada Minggu (12/4/2026) pagi tadi.
Dilaporkan telah terjadi luncuran awan panas dengan jarak luncur 2 kilometer ke arah hulu Kali Boyong.
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dan terekam pada pukul 08.21 WIB.
Luncuran awan panas ini memiliki amplitudo maksimal 26,7 mm dengan durasi 154,4 detik.
Secara visual, luncuran awan panas tampak mengarah ke sektor selatan hingga barat daya.
Hingga kini, status aktivitas Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana, khususnya di alur sungai yang berhulu di Merapi.
“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,” tulis BPPTKG.
Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, mencakup Sungai Boyong hingga maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.
Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya menjangkau Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
Masyarakat diminta terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui kanal resmi BPPTKG guna mengantisipasi perubahan kondisi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Liputan : Anung Nugroho



