Rupiah Melemah di Angka Rp 17.600 Per Dollar, Presiden : Aman, Rakyat di Desa Nggak Pakai Dollar

"Sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh, Bapak Muzakir Manaf, beserta timnya. Silakan digunakan ke mana pun untuk berkeliling memantau kondisi Aceh," ujar Teddy.(foto/ist)

Jakarta, Proliman News – Hari ini Minggu (17/5/2026) rupiah kembali anjlok hingga angka Rp 17.600 rupiah per dollar.

Sebulan sebelumnya ketika rupiah berada di angka Rp 16.000 semua pengamat mengatakan, awas hati – hati jangan sampai menembus angka Rp 18.000.

Jika rupiah melemah diangka Rp 18.000 per dolar maka diyakini perekonomian nasional akan terpuruk atau krisis.

Karena semua kebutuhan pokok akan naik tinggi sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan sama sekali.

Dalam ranah ini para pengamat mengatakan, Indonesia akan mengalami collapse atau terpuruk secara ekonomi.

Menjawab keraguan tersebut Presiden Prabowo dengan lantang mengatakan, tidak perlu kawatir akan collapse karena sebagian besar rakyat kita tidak menggunakan dollar untuk berbagai kebutuhan mereka.

“Rakyat desa nggak pake dolar!” tegas Presidsen  Prabowo semprot narasi Indonesia akan collapse

Presiden Prabowo Subianto menanggapi berbagai narasi pesimistis yang menyebut Indonesia berada di ambang krisis atau bahkan akan “collapse” itu disampaikan saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung pihak-pihak yang dinilai terlalu sering menakut-nakuti masyarakat dengan isu ekonomi, termasuk soal nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos. Rupiah begini, begitu? Dolar begini, dolar. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini masih relatif aman dibanding banyak negara lain yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik.

BACA JUGA  Sedikitnya Lima Desa di Kebumen Jawa Tengah Mulai Terendam Banjir Akibat Meluapnya Sungai Kedungbener

Menurutnya, sektor-sektor vital nasional masih terkendali, terutama, ketahanan pangan, ketersediaan energy.

“Banyak negara panik, Indonesia masih oke, pangan aman, energi aman,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap pihak-pihak yang kerap memprediksi kondisi ekonomi Indonesia secara negatif.

Prabowo menekankan bahwa stabilitas nasional tidak bisa hanya dilihat dari kurs dolar

Kondisi rakyat di lapangan juga harus menjadi ukuran

Indonesia memiliki fondasi ekonomi dan sumber daya yang kuat

Pidato ini juga memperlihatkan upaya pemerintah membangun optimisme publik di tengah, ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik internasional, dan fluktuasi nilai tukar mata uang.

Prabowo menilai mentalitas pesimis justru dapat memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan bangsa sendiri.

Meski demikian, perdebatan soal kondisi ekonomi tetap menjadi perhatian publik.

Sebagian pihak melihat pernyataan Presiden sebagai bentuk kepercayaan diri nasional, sementara lainnya menilai pemerintah tetap perlu memperhatikan, daya beli masyarakat, stabilitas harga kebutuhan pokok, tekanan ekonomi di level bawah

Namun satu pesan yang ingin ditegaskan Prabowo terlihat jelas: Indonesia tidak boleh terus-menerus dibangun dengan rasa takut dan mental minder.

Liputan : Suyono Sugondo/

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *