Magelang, Proliman News –BUMDes Argo Intan Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, mengembangkan destinasi wisata unik bernama UFO Menoreh yang kini menjadi daya tarik baru kawasan perbukitan Menoreh sekaligus membuka pasar bagi produk-produk warga desa.
Destinasi wisata yang mulai beroperasi sejak 25 Desember 2025 itu berdiri mencolok di lereng perbukitan karst Menoreh dengan bentuk menyerupai pesawat luar angkasa.
Pengelola UFO Menoreh, Soim, mengatakan sejak awal pembangunan, wisata tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat rekreasi dan swafoto, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Harapan kami, UFO Menoreh menjadi pasar bagi produk lokal Desa Ngargoretno. Semua yang disajikan di sini sebisa mungkin berasal dari warga desa,” kata Soim di UFO Menoreh, Minggu (17/5/2026).
Bangunan utama UFO Menoreh memiliki diameter sekitar 30 meter dengan dua ruang utama yang mampu menampung hingga 150 pengunjung. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 500-600 meter di atas permukaan laut dengan panorama perbukitan Menoreh dan hamparan sawah dari sisi timur.
Menurut Soim, nama UFO Menoreh lahir dari imajinasi pengelola yang melihat kawasan karst Menoreh memiliki karakter bentang alam menyerupai dunia luar angkasa.
“Bentuknya memang kami buat mirip pesawat luar angkasa. Ini simbol angan-angan kami. Walaupun desa kami terpencil dan di pelosok, kami punya mimpi besar, bahkan sampai ke luar angkasa,” ujarnya.

Salah satu fasilitas unggulan di lokasi tersebut ialah inclinator atau lift miring yang digunakan pengunjung untuk menuju area utama. Fasilitas dengan lintasan sekitar 125 meter itu disediakan agar anak-anak maupun lansia tetap dapat menikmati wisata dengan aman dan nyaman.
“Inclinator kami batasi maksimal enam orang supaya lebih nyaman dan pengunjung bisa menikmati perjalanan sekaligus berfoto,” katanya.
Untuk menikmati UFO Menoreh, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp50 ribu. Harga tersebut sudah termasuk shuttle odong-odong dari area parkir menuju lokasi wisata serta voucher belanja senilai Rp15 ribu untuk membeli produk kuliner warga.
Soim menjelaskan, sistem shuttle diterapkan demi keselamatan pengunjung karena akses jalan desa relatif sempit dan menanjak sehingga berisiko jika dilalui kendaraan pribadi secara bersamaan.
Selain mengandalkan panorama alam, UFO Menoreh juga menjadi pusat pemasaran produk UMKM desa. Berbagai produk olahan warga seperti kopi lokal, kombucha, hingga makanan khas hasil produksi ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani dipasarkan di lokasi tersebut.
Saat ini, UFO Menoreh melibatkan sedikitnya 12 karyawan inti dan sekitar 12 warga lokal yang bergantian mengisi tenant kuliner.
“BUMDes tidak hanya mengelola wisata, tetapi juga mendampingi produksi warga dan membuka pasar untuk produk desa,” katanya.
UFO Menoreh buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB. Dalam kondisi cuaca normal, jumlah pengunjung mencapai 100 hingga 120 orang per hari.
Ke depan, BUMDes Argo Intan berencana mengembangkan kawasan wisata tersebut dengan melibatkan lebih banyak pemilik lahan agar UFO Menoreh menjadi pusat magnet wisata baru di kawasan Menoreh.
Liputan : Bagus Anies



