Kulon Progo, Proliman News — Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kulon Progo bersama Dinas Pendidikan dan Olahraga Kulon Progo kembali menggelar Liga Voli SMP 2026 sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet bola voli potensial di Kabupaten Kulon Progo.
Kompetisi tersebut telah dibuka oleh Bupati Kulon Progo R Agung Setyawan pada 18 Mei 2026 lalu.
Saat ini kompetisi Liga Voli SMP Kulon Progo 2026
telah memasuki babak perempat final dan akan berlanjut hingga semifinal sebelum laga final digelar pada akhir pekan nanti di Jati Moncer Sport Tourism Center.
Ketua PBVSI Kulon Progo, Joko Mursito menjelaskan, kompetisi tingkat SMP tersebut telah rutin diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, keberadaan liga menjadi langkah strategis untuk membangun regenerasi atlet bola voli di Kulon Progo.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin menemukan dan membina atlet-atlet muda asli Kulon Progo agar nantinya mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Joko Mursito, Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan, selama ini sejumlah atlet asal Kulon Progo telah berhasil menorehkan prestasi di level tinggi. Salah satunya atlet putri Ratri yang kini telah tampil di kancah internasional. Selain itu, beberapa pemain putra juga telah menembus kompetisi nasional.
Menurut Joko, PBVSI Kulon Progo kini terus berupaya agar para atlet muda daerah tidak lagi memilih pindah ke luar daerah demi mendapatkan pembinaan maupun kesempatan bermain yang lebih baik.
“Sekarang justru kami ingin mencari bibit-bibit terbaik dari daerah sendiri dan memberikan ruang berkembang bagi mereka di Kulon Progo,” ujarnya.
Antusiasme pelajar terhadap olahraga bola voli juga terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta Liga Voli SMP 2026 yang mencapai 49 tim, terdiri atas 29 tim putra dan 20 tim putri.
Tidak hanya meningkat dari sisi jumlah peserta, kualitas permainan para atlet muda juga dinilai semakin berkembang. Bahkan, persebaran peserta disebut merata dari berbagai wilayah di Kulon Progo.
“Pesertanya merata dari seluruh wilayah Kulon Progo, baik utara, selatan, timur maupun barat,” jelasnya.
Joko mengatakan, pembinaan atlet bola voli sebenarnya telah dimulai sejak tingkat sekolah dasar melalui berbagai kompetisi pelajar dan pertandingan antarkampung (tarkam) yang kini semakin banyak digelar di masyarakat.
PBVSI Kulon Progo juga mendorong agar setiap turnamen tarkam lebih banyak melibatkan pemain lokal.
“Kebijakan tersebut diharapkan mampu memotivasi anak-anak usia sekolah untuk semakin giat berlatih dan memiliki mimpi menjadi atlet voli berprestasi.
Selain mendukung pembinaan atlet, kegiatan tarkam juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima di sekitar arena pertandingan,” imbuhnya.
Liga Voli SMP Kulon Progo 2026 sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Daerah Kulon Progo 2027.
“Sebagai tuan rumah, tentu Kulon Progo menargetkan sukses penyelengagraan dan sukses prestasi termasuk khusus di cabor bola voli harapannya ada peningkatan prestasi cabang olahraga bola voli pada ajang tersebut,” katanya.
Liputan: W Maryanti



