Kulon Progo, Proliman News — Jalan ambles di atas gorong-gorong di Pertigaan Tegal Mburet, Kalurahan Kranggan, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, sangat membahayakan masyarakat pengguna jalan.
Kondisi ini telah berlangsung lebih dari satu tahun sehingga masyarakat pengguna jalan dari arah Karangsewu – Brosot atau sebaliknya keselamatannya terancam.
“Kalau sore hari atau malam hari, atau kondisi hujan sering terjadi kecelakaan pesepeda motor atau mobil terperosok. Beberapa kali warga dari luar daerah terjungkal di sini,” ujar Supomo warga seputar lokasi.
Warga sudah berusaha melaporkan hal ini kepada polisi dan Kalurahan Kranggan tetapi tetap tidak ada tindakan apa-apa.
Lubang makin melebar hanya ditutup plastic, atau portal gampang rubuh. Bahkan dulu pernah hanya dikasih kayu dan bendera dari karung bagor sebagai penanda.
Direktur Lembaga Kajian Advokasi Pembangunan (LKAP) Kulon Progo, Priyo Santoso, membenarkan jika ada laporan masyarakat terkait kondisi infrastruktur tersebut.
Ia juga mengatakan gorong-gorong irigasi yang berada di lokasi strategis tersebut hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak terkait.
“Kami berharap adanya perhatian serius terhadap kerusakan ini. Gorong-gorong ini cukup panjang dan lebar, rusak sudah kurang lebih satu tahun, dan berbahaya karena berada di pertigaan jalan besar. Kenapa belum diperbaiki,” katanya.
Ia menegaskan lokasi tersebut berada di jalur ramai padat kendaraan dan strategis, khususnya bagi masyarakat Galur dan wilayah timur Kabupaten Kulon Progo.
Kerusakan yang terjadi sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, papar Priyo Santoso.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masyarakat telah berupaya menyampaikan laporan kepada berbagai instansi terkait.
Berbagai dokumentasi berupa foto kerusakan serta surat permohonan juga telah dikirimkan sebagai bentuk kepedulian warga agar permasalahan tersebut segera mendapatkan perhatian.
“Kami sudah mengirimkan foto-foto kondisi kerusakan ke beberapa instansi dan juga telah berkirim surat. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata. Padahal dampaknya cukup besar, baik terhadap kelancaran lalu lintas maupun keselamatan pengguna jalan. Pada malam hari, kondisi ini sangat rawan menyebabkan kecelakaan karena minimnya penerangan dan kondisi jalan yang membahayakan,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kulon Progo, Suradi, menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti laporan warga melalui koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan infrastruktur dan sumber daya air.
“Kami menerima dan memahami keluhan masyarakat terkait kondisi gorong-gorong irigasi yang rusak di wilayah Kranggan, Galur. Dalam waktu dekat kami akan segera melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Provinsi agar persoalan ini dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada,” ujar Suradi.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlebih lokasi tersebut merupakan jalur yang cukup vital bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, percepatan penanganan diharapkan dapat segera dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun kerugian yang lebih besar.
Masyarakat setempat berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta instansi terkait agar perbaikan jembatan irigasi dan ruas jalan yang terdampak dapat segera direalisasikan.
Sehingga akses transportasi masyarakat dapat kembali berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Aspirasi yang disampaikan warga ini menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah sangat penting.
Melalui komunikasi yang baik antara warga dan wakil rakyat, berbagai persoalan infrastruktur diharapkan dapat segera memperoleh solusi yang tepat demi mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kulon Progo.Liputan : Budi Legowo Santoso



