Saluran Wifi Indi Home di SD Negeri Brosot Putus Hingga Arkanatha Rafizky Ikut TKA di Tathering HP Guru, Tetapi ?

Arkanatha Rafizky Daneswara SD Negeri Brosot mendapatkan hadiah berupa satu unit laptop dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon progo.(foto/ist/ig)

Kulon Progo, Proliman News – Arkanatha Rafizky Daneswara SD Negeri Brosot mendapatkan hadiah berupa satu unit laptop dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon progo.

Hadiah ini diberikan karena Arkanatha Rafizky Daneswara lulus dengan nilai sempurna untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, lalu.

Kepala Sekolah SD Negeri Brosot, Jumadi ketika dihubungi mengatakan, bahwa ia tidak tahu bagaimana Arkanatha Rafizky berproses sehingga mendapatkan nilai sempurna untuk Matematika dan Bahasa Indonesia.

“Karena saya baru menjabat Kepala Sekolah di sini mulai bulan lalu, sehingga terus terang saya tidak bisa memberi keterangan lebih banyak,” katanya, Senin (15/5/2026).

Tetapi ia ikut bangga dengan prestasi yang diperoleh Arkanatha Rafizky dengan nilai TKA 2026 sempurna dan menjadikan Galur menempati peringkat pertama pada TKA 2026 ini.

Pihak sekolah pun kemudian membagikan momen membanggakan saat Arkanatha Rafizky menerima laptope dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo.

Ratusan komentar pun muncul dalam bentuk ucapan selamat dan teriring doa agar apa yang diraih Arkanatha Rafizky menjadi inspirasi siswa lain yang kini duduk di kelas 5 atau dibawahnya.

“Semoga moment ini menjadi pemacu agar siswa SD di wilayah ini terdorong untuk setidaknya menyamai Arkanatha Fafizky,” ujar Jumadi melanjutkan.

Jumadi menyatakan, ada cerita pilu dibalik sukses TKA 2026, yakni karena SD Negeri Brosot memiliki 55 siswa yang ikut TKA secara online saat itu.

BACA JUGA  Diduga Riwayat Penyakit Kambuh, Warga Sentolo Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sungai

Sehingga untuk melangsungkan ujian secara online tidak cukup hanya menggunakan satu wifi yang berkekuatan rendah.

“Di sekolah kami ada dua saluran wifi, salah satunya dari Indi Home Telkome tetapi saat ujian wifi Indi Home Telkom mati, nggak tahu kenapa. Maka saat ujian banyak siswa harus tethering dari handphone para guru,” katanya.

Ia menceritakan, tidak menyangka jika presatasi yang diperoleh akan seperti ini. Jika melihat fasilitas yang dimiliki tidak mendukung kegiatan TKA secara online saat itu.

“Saya akan segera urus, fasilitas wifi yang mati inoi kenapa, karena keberadaan wifi ini penting dalam era digital sekarang ini,” ujarnya memelas.

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *