Sentuh Puncak Kerinci di Usia Hampir 60 Tahun, Hasto Gaungkan Semangat ‘Satyam Eva Jayate’

(Foto/Putu Merta)

Jambi, Prolimannews – Memperingati Bulan Bung Karno, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, melakukan aksi simbolis dengan mendaki dan mengibarkan bendera partai di puncak Gunung Kerinci, Jambi. Di puncak gunung berapi tertinggi di Indonesia tersebut, Hasto menyampaikan pesan menyentuh mengenai komitmen ideologis dan semangat perjuangan.

​Aksi pengibaran bendera ini disebut Hasto sebagai simbol dari keteguhan serta api perjuangan yang diwariskan oleh proklamator Bung Karno dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

​”Berkibarnya bendera PDI Perjuangan di puncak Gunung Kerinci menjadi lambang tekad kami untuk terus menghidupkan semangat juang Bung Karno dan Ibu Megawati,” tutur Hasto pada Senin, 22 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa esensi dari politik adalah jalan pengabdian kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, Hasto mengajak seluruh kader partai untuk menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga kelestarian lingkungan hingga memperjuangkan nasib rakyat kecil (marhaen).

​Pancasila dan Filosofi ‘Satyam Eva Jayate’

​Dalam orasinya di ketinggian Kerinci, Hasto mengingatkan kembali ajaran Megawati Soekarnoputri bahwa politik harus selalu berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial.

​Sikap konsisten dan keberanian dalam membela kebenaran menjadi poin utama yang ia tekankan. Dari keteguhan inilah, menurut Hasto, akan lahir kesabaran revolusioner hingga keyakinan pada prinsip Satyam Eva Jayate.

BACA JUGA  TVRI Yogyakarta Hadirkan Dialog Spesial HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta, Angkat Tema “Resik Ati, Resik Papan”

​Satyam Eva Jayate: Semboyan kuno dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti “pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang.”

​Di sela-sela momentum kontemplasi di puncak gunung, Hasto juga menyempatkan diri untuk memanjatkan doa terbaik bagi keselamatan bangsa dan negara, serta kesehatan Megawati Soekarnoputri beserta keluarga besarnya.

​Meski bukan seorang pendaki gunung profesional dan usianya kini sudah hampir menginjak enam dekade (60 tahun), Hasto menunjukkan kondisi fisik yang sangat bugar. Proses pendakian berat tersebut ia selesaikan dalam waktu tiga hari dua malam.
​Menariknya, saat perjalanan turun, Hasto hanya membutuhkan waktu kurang dari lima jam untuk sampai kembali di kaki gunung.

​Bagi Hasto, perjalanan ini bukan sekadar ajang pembuktian ketahanan fisik semata. Pendakian ini adalah manifestasi dari kekuatan pikiran, dedikasi, dan pengingat bahwa perjuangan demi kesejahteraan rakyat tidak akan pernah surut oleh tantangan zaman. Pekikan kata “Merdeka” di batas rimba Kerinci menjadi penutup komitmennya untuk terus bergerak bersama seluruh kader di tanah air.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *