Jakarta, Prolimannews –Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), berpotensi besar akan dilaksanakan di Jakarta. Hal ini menyusul adanya kesepakatan dari 32 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia yang secara kompak mengusulkan DKI Jakarta sebagai tuan rumah forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Dukungan mayoritas mutlak dari pengurus wilayah ini menunjukkan adanya keinginan kuat agar pusat konsolidasi nasional NU berikutnya ditempatkan di Jakarta.
Alasan Strategis Pemilihan Jakarta
Ada beberapa faktor utama yang membuat 32 PWNU kompak memilih Jakarta sebagai lokasi Muktamar ke-35, antara lain:
Aksesibilitas dan Akomodasi: Jakarta dinilai memiliki infrastruktur transportasi dan fasilitas akomodasi yang paling siap untuk menampung belasan ribu utusan, peninjau, dan penggembira Muktamar dari seluruh pelosok negeri maupun luar negeri.
Efisiensi Koordinasi: Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Jakarta memudahkan mobilisasi logistik serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait demi kelancaran acara.
Simbol Konsolidasi Nasional: Menyelenggarakan Muktamar di Ibu Kota dianggap strategis untuk menegaskan kembali posisi dan kontribusi NU dalam mengawal isu-isu kebangsaan dan keumatan di tingkat nasional.
Menanti Keputusan Final PBNU
Meskipun sudah mengantongi dukungan mayoritas dari 32 PWNU, usulan ini nantinya akan dibawa ke dalam rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan akhir mengenai lokasi resmi dan waktu pelaksanaan Muktamar ke-35 akan ditetapkan secara resmi oleh PBNU setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan di lapangan.
Muktamar ke-35 ini diprediksi akan menjadi momentum krusial bagi NU untuk merumuskan arah kebijakan strategis organisasi ke depan, sekaligus memilih jajaran kepemimpinan baru (Syuriyah dan Tanfidziyah) untuk periode mendatang.
Liputan: Galang Andika Pratama



