Semarang, Proliman News – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Tengah Soewanto meminta pengurus APPSI di kabupaten dan kota untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan Bulog di daerahnya masing-masing.
Kerja sama tersebut dapat dimanfaatkan APPSI untuk mendapatkan kemudahan mendapatkan pasokan beras, minyak goreng, dan komoditas lain dengan harga lebih murah dan stabil. “APPSI di kabupaten bisa pula menjadi agen penjualan Bulog,” kata Soewanto dalam acara pelantikan pengurus baru DPD APPSI Kudus masa bakti 2026-2031 di RM Rowomoncer Kudus, Kamis (9/7).
Berdasar hasil Musda DPD APPSI Kudus, Khasrun terpilih dan dilantik sebagai ketua baru. Musda dan pelantikan di Kudus ini merupakan rangkaian kegiatan maraton yang digelar DPP APPSI di beberapa kota dan kabupaten. Sehari sebelumnya (8/7), kegiatan serupa digelar di Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Acara Musda dan Pelantikan di Kabupaten Pekalongan digelar di Gedung PPNI Kajen, Kabupaten Pekalongan, dengan ketua terpilih Anjang Idin Pamungkas. Sedangkan acara di Kota Pekalongan digelar Destinasi Wisata Kuliner Kraton Jalan Diponegoro, dengan ketua terpilih Ina Mutmainah.
Dalam rangkaian kegiatan musda dan pelantikan pengurus DPD APPSI tingkat kabupaten dan kota ini Soewanto juga menekankan pentingnya kerja sama dengan jajaran pemda dan legislatif di kota masing-masing.
Kerja sama ini penting karena aktivitas pasar banyak terkait dengan regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan pemda. Semisal akan ada pembangunan pasar baru, APPSI bisa dilibatkan. Setidaknya aspirasi pedagang ikut diperhatikan pemda dalam merumuskan kebijakan pembangunan pasar.
Demikian pula misalnya dalam soal relokasi atau pemungutan retribusi di pasar, dengan adanya komunikasi yang lebih intensif pengurus APPSI ke jajaran pemda, aspirasi dan masukan pedagang akan bisa lebih diperhatikan.
Bagi pemda sendiri, komunikasi yang lebih baik dengan pedagang juga menghasilkan manfaat bagi kelancaran pembangunan di daerah.
“Jika komunikasi macet, aspirasi pedagang yang tidak tersalur berpotensi membuat ketegangan berlarut. Nanti kalau ada demo pedagang, bisa terjadi kasus seperti di Pati. Kita menghindari kasus seperti Pati terjadi di lingkup pedagang pasar,” kata Soewanto.
Sementara itu, anggota DPRD Jateng Muhammad Rizki Iskandar yang ikut menghadiri acara pelantikan pengurus baru DPD APPSI Kabupaten Pekalongan mengungkapkan, pasar tradisional masih menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi yang strategis. Pihaknya siap untuk menjalin kolaborasi dengan APPSI.
Liputan: Lawu Budiarjo



