Mangkrak, MTI Minta Halte Pasar Johar Diaktifkan

MANGKRAK: Halte di Pasar Johar saat ini mangkrak. Tidak ada bus Trans Semarang yang melewati halte ini. (Foto/Dok)

Semarang, Proliman News – Anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyayangkan terbengkalainya fasilitas halte bus di kawasan Pasar Johar Semarang saat ini. “Padahal, untuk mendongkrak aktivitas dan meramaikan pasar, pemerintah daerah bisa mengalihkan atau memperpanjang rute Trans Semarang agar langsung masuk ke kawasan tersebut,” kata Djoko Setijawarno, Sabtu (11/7).

Djoko yang juga Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata ini menilai, jika sejumlah rute Trans Semarang, baik koridor utama maupun rute feeder (pengumpan) berhasil dimasukkan ke kawasan Pasar Johar, manfaat yang dihasilkan akan sangat signifikan. Tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan penataan ruang kota.

Sejak awal operasionalnya pada era 1980-an, bus DAMRI di Semarang sebenarnya telah menjadikan Pasar Johar sebagai pusat tujuan trayek utama, seperti rute Pasar Babadan–Pasar Johar, Jrakah-Pasar Johar, dan Pasar Jatingaleh–Pasar Johar.

Tak hanya bus, sejumlah rute angkutan kota pun berpusat di sini, mulai dari Sampangan, Karangayu, Tlogosari, Tanah Mas, Tegalwareng, Genuk, Banyumanik, hingga Kabluk.

Namun kini, pusat integrasi tersebut telah beralih ke Simpanglima. Pergeseran ini membuat Halte Simpanglima bersama Halte Balai Kota menjadi halte tersibuk di Kota Semarang karena melayani hampir seluruh koridor Trans Semarang.

Menurut Djoko, berfungsinya kembali rut eke Pasar Johar dapat meningkatkan kunjungan pembeli di pasar ikon Semarang tersebut.

BACA JUGA  10.800 Pelari Ramaikan HK 10K Magelang, Landmark Kota Jadi Suguhan di Sepanjang Rute

Dampak kedua, terjadinya peningkatan aksesibilitas dan keadilan sosial bagi kelompok rentan, Pasar Johar saat ini dihuni beragam demografi, termasuk lansia, perempuan, dan pekerja sektor informal seperti buruh gendong.

Armada Trans Semarang yang berlantai rendah akan memberikan aksesibilitas yang ramah, aman, dan berkeadilan bagi mereka untuk bermobilitas tanpa harus berjalan jauh ke jalan raya luar kawasan. Selain itu, konektivitas antarwilayah akan lebih luas dengan menghubungkan Pasar Johar langsung ke koridor utama.

Warga dari wilayah pinggiran Semarang seperti Mangkang, Penggaron, Cangkiran, atau Gunungpati, dapat menuju pusat perdagangan ini dengan sekali atau dua kali naik kendaraan secara efisien.

Menurut Djoko Setijowarno, pemanfaatan aset halte yang mangkrak akan mengoptimalkan belanja modal yang dulu telah dikeluarkan pemerintah untuk membangun halte tersebut. Di samping itu, halte Johar juga dapat mengurai kepadatan yang menumpuk di hub utama Simpang Lima dan Balai Kota.

Dari aspek manajemen lalu lintas dan lingkungan, adanya rute yang melewati Pasar Johar mampu . mereduksi emisi lokal. Konsentrasi polusi udara dari kendaraan pribadi yang merayap di kemacetan sekitar Pasar Johar dapat ditekan jika mobilitas masyarakat diwadahi transportasi massal, terutama jika menggunakan armada bus listrik yang ramah lingkungan.

Menurutnya, Pasar Johar bukan sekadar tempat belanja, melainkan kawasan heritage yang berdekatan dengan Kota Lama Semarang dan Masjid Agung Kauman. Integrasi Bus Trans Semarang ke kawasan ini mendukung konsep Transit-Oriented Development (TOD) skala mikro. Kawasan bersejarah dihidupkan kembali melalui akses transportasi publik yang terintegrasi, menjadikannya lebih hidup dan menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

BACA JUGA  Dusun Situkung Desa Pandanarum Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara Dilanda Longsor Minggu (16/11/2025)

Liputan: Lawu Budiarjo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *