Menu ‘Kering’ Program Makan Bergizi Gratis di Sentolo Kulon Progo Dikritik Orang Tua Siswa

​Puluhan Siswa dan Guru MTsN di Gunungkidul Keracunan, Diduga Usai Santap Menu MBG. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, menuai kritik tajam dari para orang tua siswa. Menu yang diberikan selama bulan Ramadan dinilai kurang memenuhi standar nilai gizi yang memadai untuk anak-anak sekolah.

​Keluhan tersebut mencuat setelah pihak sekolah membagikan paket makanan berupa menu “kering”, yang terdiri dari roti, buah, kue pastel, dan puding. Komposisi ini dinilai oleh para orang tua hanya berupa jajanan ringan biasa (camilan) dan tidak mencerminkan esensi dari makanan padat bergizi yang seharusnya mendukung tumbuh kembang anak.

​Selain menyoroti kandungan gizinya, orang tua siswa juga mempertanyakan kesesuaian nilai makanan dengan anggaran negara yang dikucurkan. Mereka merasa kualitas dan kuantitas menu yang diterima siswa tidak sebanding dengan asumsi anggaran awal yang diperkirakan mencapai Rp15.000 per porsi.

​Menanggapi keluhan dan kekecewaan para orang tua, Koordinator Wilayah BGN Kulon Progo, Aini Ambarwati, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, kebijakan menu memang sengaja disesuaikan menjadi makanan kering. Langkah ini diambil karena sebagian besar siswa sedang menjalankan ibadah puasa, sehingga makanan tersebut lebih praktis untuk dibawa pulang atau disimpan.

​Aini menegaskan bahwa meskipun bentuknya berupa makanan kering, pemilihan jenis makanan tersebut tetap mengacu pada standar kecukupan gizi yang telah ditetapkan oleh tim ahli.

BACA JUGA  Kecelakaan Maut di Panjatan Kulonprogo: Tabrakan Minibus vs Motor, Satu Orang Meninggal Terpental ke Sungai

​Lebih lanjut, ia meluruskan persepsi masyarakat mengenai besaran anggaran program tersebut. Menurutnya, kegaduhan ini terjadi karena adanya salah paham terkait nominal anggaran. Banyak orang tua yang mengira anggaran per porsi adalah Rp15.000. Padahal, untuk porsi besar, alokasi dana yang sebenarnya dianggarkan berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 saja per porsinya.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *