Kisah Inspiratif Tiara: Anak Penjual Keripik Asal Tangerang Lolos Kedokteran UGM dan Raih Beasiswa Penuh

(Foto: Laman UGM/Devi Anviana Putri)

Yogyakarta, Proliman News – Prestasi luar biasa berhasil diukir oleh Tiara Julianti (18), seorang remaja putri asal Teluknaga, Tangerang. Keterbatasan ekonomi terbukti tidak menyurutkan langkahnya untuk mengejar cita-cita masa kecilnya. Konsistensinya dalam menorehkan prestasi akademik maupun nonakademik sukses mengantarkan lulusan SMA Negeri 1 Tangerang ini diterima di Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

​Kebahagiaan Tiara dan keluarganya kian lengkap karena ia dinyatakan lolos melalui jalur seleksi Penelusuran Bibit Unggul (PBU) dan berhak mendapatkan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen, yang artinya ia bisa menempuh bangku kuliah secara gratis.

​Keberhasilan Tiara merupakan buah manis dari ketekunan di tengah kesederhanaan orang tuanya. Ayah Tiara, Sabdi (51), bersama sang ibu, Siti Rohani (41), sehari-hari menyambung hidup dengan berjualan keripik di kawasan Gang Tiger, Teluknaga, Tangerang, Banten. Kondisi usaha keripik yang pasang surut memaksa mereka harus cermat mengatur keuangan demi memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

​Meski dilingkupi keterbatasan finansial, Sabdi dan Siti Rohani tidak pernah membatasi impian anak-anak mereka dan selalu menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah modal terbaik untuk masa depan.

​”Menjadi dokter memang sudah jadi impian saya sejak kecil. Saat masa pandemi lalu, keinginan itu semakin kuat karena saya ingin bisa memberikan dampak nyata dan membantu masyarakat,” kata Tiara saat ditemui oleh Tim Pemberitaan UGM, Selasa (14/7).

BACA JUGA  Catatan Pedas Ketua DPC Partai Gelora Kulon Progo Bambang Susilo Terhadap Pasangan Agung - Ambar !

​Jalan Tiara menuju salah satu fakultas kedokteran terbaik di Indonesia ini diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), ia selalu konsisten mempertahankan prestasi akademiknya di kelas.

​Tidak hanya fokus pada pelajaran sekolah, Tiara juga aktif dalam berbagai organisasi, kegiatan ekstrakurikuler, dan kompetisi di luar kelas. Tercatat, ia pernah mengikuti Olimpiade Biologi, lomba debat, penulisan karya tulis ilmiah, hingga menorehkan prestasi nonakademik sebagai Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading.

​Dukungan penuh dari orang tua menjadi pilar kekuatan terbesar bagi Tiara. Sang ibu selalu bangun sebelum fajar untuk menyiapkan bekal sekolah Tiara sebelum kemudian membantu suaminya memproduksi dan menjual keripik. Bahkan ketika Tiara sempat mengalami kegagalan pada salah satu seleksi masuk perguruan tinggi sebelumnya, kedua orang tuanya tetap mendampingi serta memotivasi Tiara agar segera bangkit.

​”Saya merasa seperti sedang bermimpi. Sama sekali tidak menyangka kalau Tiara bisa diterima kuliah di Kedokteran UGM,” ujar Sabdi penuh haru.

​Impian Menjadi Dokter Spesialis Mata dan Pesan untuk Generasi Muda

​Kabar mengenai pembebasan biaya kuliah 100 persen menjadi pelipur lara sekaligus penghapus beban kekhawatiran finansial yang sempat menggelayuti keluarga Tiara. Sebagai anak, Tiara sangat memahami kerja keras kedua orang tuanya dalam membiayai pendidikan ketiga anak mereka.

“Bisa diterima di Kedokteran saja saya sudah sangat bersyukur. Begitu tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya plong dan lega sekali. Terima kasih banyak kepada UGM atas kesempatan berharga ini,” ungkap Tiara dengan penuh rasa syukur.

BACA JUGA  Festival Sastra Yogyakarta 2025 Dibuka Sabtu Malam di Concert Hall Grha Budaya Taman Budaya Embung Giwangan

​Ke depannya, Tiara bercita-cita tidak hanya menjadi dokter yang memberikan pelayanan medis, tetapi juga aktif mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Ia secara khusus menaruh minat untuk menjadi dokter spesialis mata. Keinginan ini didorong oleh keprihatinannya melihat tren generasi muda saat ini yang menghabiskan banyak waktu di depan gawai (gadget) hingga kerap mengabaikan kesehatan mata mereka.

​Menutup kisahnya, Tiara membagikan pesan penyemangat bagi anak-anak muda lainnya yang sedang berjuang menggapai cita-cita mereka. “Jangan pernah takut untuk bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang paling penting adalah terus berusaha dan berjuang mewujudkannya,” pungkasnya.

​Melalui program seleksi jalur bibit unggul serta skema bantuan pendidikan seperti subsidi UKT 100 persen ini, UGM membuktikan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *