Kulon Progo, Proliman News – Ketua DPC Partai Gelora Kulon Progo, Bambang Susilo menuliskan evaluasinya pada pertemuan 27 politisi pengusung Agung Setyawan – Ambar Purwoko, Rabu (23/4/2026), di Rumah Makan Bebek Brontak.
Bambang Suslio menyebut, ada dinamika yang belum tersalurkan dan ada hambatan dalam komunikasi antara pengusung (partai politik) dan yang diusung pasangan Bupati – Wakil Bupati Kulon Progo.
Apalagi kemudian terjadi dinamika di dalam masing-masing parpol terkait perubahan kepenggurusan.
“Maka Partai Gelora Kabupaten Kulon Progo sebagai salah satu penggusung mempertanyakan kembali komitmen kita bersanma, apakah masih diperlukan kita berkoalisi. Untuk apa ? Apakah kita kita harus menunggu jawaban dari Bupati dan Wakilnya,” tulisnya detail.
Ia kemudian melanjutkanm bahwa sekiranya tidak diperlukan lagi sumbangsih masinbg-masing partai pengusung untuk Kulon Progo Maju tahun 2045, maka kami secara iklas juga keluar dari koalisi.
Karena tahun depan 2027 adalah tahun politik, maka Partai Gelora akan menentukan langkah demi sukses tahun 2029, Untuk Indonesia maju tahun 2045.
Dan Partai Gelora Kulon Progo berdoa, untuk Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo semoga sukses memimpin sampai akhir jabatan.
Bambang Susilo tidak banyak bicara dalam pertemuan silaturahmi dengan 11 partai pengusung dan pendukung Bupati – Wakil Bupati Agung Setyawan – Ambar Purwoko, semalam.
Tetapi ia kemudian menuliskan sikap dalam lembaran yang ringkas, padat dan tegas, bahwa Partai Gelora memilih keluar dari koalisi dan ikhlas memberikan dukungan hingga pasangan Akbar jadi penguasa.
Ia tetap akan menjalankan roda partainya sesuai instruksi DPP Partai Gelora sampai pertarungan politik tahun 2030 mendatang, dan saat itu mereka akan mempertontonkan sikapnya kepada pasangan Bupati – Wakil Bupati yang dinilai tidak tahu diri ini.
“Maka kami menyatakan ikhlas telah bekerja menghantarkan Pasangan Agung Setyawan – Ambar Purwoko menjadi Bupati – Wakil Bupati dan kita akan ketemu lagi nanti dalam pertarungan politik yang kesampiran story masa lalu yang pahit,” ujarnya.
Liputan : Suyono Sugondo



