Kulon Progo, Proliman News – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulon Progo terus mengebut proyek perbaikan jalan di sejumlah titik. Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan dan keselamatan para pemudik yang akan melintasi jalan-jalan berstatus milik kabupaten pada momentum mudik Lebaran 2026.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pengerjaan jalan ini dapat rampung pada H-3 Lebaran, atau tepatnya pada 17 Maret 2026, agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang mulai padat.
Detail Anggaran dan Alokasi Perbaikan
Kepala DPUPKP Kulon Progo, Didik Wijanarko, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program jangka panjang yang dibagi ke dalam beberapa tahap:
Paket Perawatan Rutin: Kontrak kerja telah disepakati untuk masa perawatan jalan rutin selama enam bulan ke depan.
Target Jelang Lebaran: Khusus untuk menyambut Lebaran, perbaikan difokuskan pada 11 ruas jalan di 12 kapanewon dengan alokasi anggaran sebesar Rp 250 juta.
Total Proyek Keseluruhan: Sebenarnya terdapat dua paket pekerjaan jalan dengan total nilai mencapai Rp 4,3 miliar. Namun, karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, baru 11 ruas jalan tersebut yang diprioritaskan selesai sebelum Lebaran.
Standar Teknis Penambalan Jalan
Untuk memastikan kualitas hasil perbaikan, DPUPKP menerapkan standar kelayakan yang ketat kepada pihak kontraktor penyedia jasa:
- Kategori Kerusakan: Perbaikan difokuskan pada jalan berlubang dengan tingkat kerusakan skala ringan hingga sedang.
- Metode Penanganan: Penambalan dilakukan menggunakan material aspal.
Daya Tahan Tambalan: Sebelum diaspal, kontraktor diwajibkan melakukan penggalian kecil terlebih dahulu pada titik yang berlubang. Metode ini bertujuan agar hasil tambalan rata dengan permukaan jalan lama dan memiliki daya tahan yang jauh lebih awet.
Di sisi lain, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengungkapkan bahwa agenda perbaikan jalan menjelang Lebaran tahun ini menghadapi tantangan regulasi yang cukup ketat. Mekanisme penganggaran di awal tahun membuat proses birokrasi tidak bisa berjalan sefleksibel tahun-tahun sebelumnya.
”Pemenangan tender agak mundur dari jadwal ideal, karena aturan tender baru baru bisa dibuka pada Maret 2026. Idealnya, satu bulan sebelum pelaksanaan proses tender sudah harus selesai.”
Akibat keterlambatan administrasi tersebut, Bupati mengakui bahwa perbaikan jalan menjelang Lebaran kali ini belum bisa menyentuh seluruh wilayah secara menyeluruh. Kendati demikian, ia memastikan bahwa proyek perbaikan jalan kabupaten akan langsung dilanjutkan kembali secara bertahap setelah libur Lebaran usai.
Liputan: Galang Andika Pratama



