Simfoni Sepuluh Gol di Miami: Inggris Rangkul Medali Perunggu dalam Laga Perpisahan Emosional Deschamps

(Foto: AP Photo/Lynne Sladky)

Yogyakarta, Proliman News – Lapangan hijau Hard Rock Stadium menjadi saksi dari sebuah festival gol yang luar biasa, penuh dengan riak emosi dan penghormatan tinggi terhadap sepak bola indah. Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026, Inggris dan Prancis menyuguhkan sebuah drama spektakuler sepuluh gol yang berakhir dengan kemenangan tipis 6-4 untuk keunggulan skuad Three Lions.

​Laga yang disaksikan langsung oleh 64.478 penonton ini tidak hanya menjadi panggung sejarah bagi Inggris yang meraih medali perunggu Piala Dunia untuk pertama kalinya, tetapi juga menjadi akhir dari kisah pengabdian legendaris 14 tahun Didier Deschamps di kursi kepelatihan Les Bleus.

​Pesta Dominasi Tiga Singa di Paruh Pertama

​Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Jesús Valenzuela asal Venezuela ini berjalan sangat terbuka sejak peluit pertama dibunyikan. Inggris, yang malam itu tampil dengan keanggunan taktik di bawah arahan Thomas Tuchel, langsung menghentak pertahanan Prancis yang tampak terbuka.

  • ​Menit ke-3 (Gol Pembuka): Laga baru berjalan tiga menit saat kapten pengganti, Declan Rice, merebut bola dari kaki Désiré Doué dan merangsek maju sebelum melepaskan tembakan indah dari luar kotak penalti ke pojok gawang.
  • ​Menit ke-18 (Keunggulan Gandan): Ezri Konsa menggandakan skor menjadi 0-2 melalui sundulan kepala terukur setelah menyambut umpan sepak pojok yang dikirimkan oleh Rice.
  • ​Menit ke-37 & 45+1′ (Sihir Bukayo Saka): Penyerang sayap andalan Arsenal, Bukayo Saka, tampil memukau sebelum jeda antarbabak. Ia mencetak gol pertamanya setelah menerima umpan matang Marcus Rashford, sebelum kemudian menutup babak pertama dengan gol jarak dekat berkat asis dari Eberechi Eze, membawa Inggris unggul nyaman 0-4 saat turun minum.
BACA JUGA  Sabet Emas Internasional, Gisela Renata Putri Atmaja Siap Harumkan Taekwondo

​Jiwa Ksatria Les Bleus dan Rekor Emas Mbappé

​Memasuki babak kedua, Didier Deschamps melakukan empat pergantian pemain sekaligus demi mengembalikan martabat sang juara bertahan. Respons emosional yang ditunjukkan Prancis di paruh kedua sungguh luar biasa, dipimpin oleh sang megabintang Kylian Mbappé.

  • ​Menit ke-48 & 54 (Asa Kebangkitan): Kylian Mbappé memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan operan manis Michael Olise. Enam menit kemudian, Mbappé bertindak sebagai kreator dengan mengirimkan asis berharga untuk gol yang dicetak oleh pemain pengganti, Bradley Barcola. Skor berubah cepat menjadi 2-4.
  • ​Menit ke-66 (Catatan Sejarah Dunia): Sebuah pergerakan tajam dari Prancis membuat Michael Olise mengirimkan umpan silang akurat yang diselesaikan dengan sempurna oleh Mbappé. Gol ini menciptakan dua catatan sejarah emas:

​Michael Olise resmi memecahkan rekor sebagai pemberi asis terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia (7 asis). Sementara itu, Kylian Mbappé mengukuhkan diri sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 22 gol, sekaligus menjadi pemain pertama sejak Gerd Müller pada tahun 1970 yang mampu mencetak dua digit gol (10 gol) dalam satu turnamen Piala Dunia.

​Ketika kedudukan menipis menjadi 3-4 dan momentum berpihak pada Prancis, ketenangan Inggris kembali diuji. Pada menit ke-87, pelanggaran Malo Gusto terhadap Djed Spence di area terlarang membuahkan hadiah penalti. Bukayo Saka yang maju sebagai eksekutor dengan dingin mengecoh penjaga gawang untuk mengemas hat-trick dan memperlebar jarak menjadi 3-5.

BACA JUGA  Suku Bunga BI Naik Lagi, Presiden Prabowo Kumpulkan Bos-Bos Bank Himbara di Istana

​Prancis belum mau menyerah. Pada menit ke-90+6′, Ousmane Dembélé melepaskan tembakan melengkung indah setelah menerima umpan dari Dayot Upamecano untuk mengubah kedudukan menjadi 4-5. Namun, semenit sebelum laga berakhir (90+8′), Jude Bellingham mengunci kemenangan Inggris menjadi 4-6 lewat sebuah skema serangan balik cepat setelah menerima umpan matang. Gol tersebut adalah gol ke-7 Bellingham di turnamen ini, catatan tertinggi bagi seorang pemain Inggris dalam satu edisi Piala Dunia sejak tahun 1966.

Penghormatan Akhir

​Air mata kekecewaan para pemain Prancis meleleh seiring tiupan peluit panjang, menandai akhir yang pahit namun tetap terhormat bagi era emas Didier Deschamps. Di seberang lapangan, para ksatria Three Lions merayakan keberhasilan ini dengan pelukan hangat.

Ini adalah pencapaian terbaik mereka di kancah dunia di luar tanah Britania semenjak memenangkan trofi emas pada tahun 1966 silam, sebuah akhir manis dari petualangan indah mereka di benua Amerika.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *