Yogyakarta, Proliman News – Tim nasional Spanyol sukses merengkuh gelar juara Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu (extra time). Laga final yang berlangsung penuh drama dan tensi tinggi ini digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026).
Kemenangan ini tidak hanya membawa trofi berlapis emas kembali ke Spanyol, tetapi juga menasbihkan skuad La Furia Roja sebagai pemegang rekor Eropa untuk catatan tak terkalahkan terpanjang di kancah internasional, yaitu sebanyak 38 pertandingan beruntun. Sementara itu, kekalahan ini mengubur mimpi La Albiceleste untuk mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada tahun 2022, sekaligus menjadi akhir yang emosional bagi Lionel Messi dan kolega.
Pertandingan berjalan sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Slavko Vinčić. Babak pertama berjalan cukup hati-hati dari kedua tim dengan hanya menghasilkan tiga tembakan secara total—rekor terendah dalam sejarah paruh waktu final Piala Dunia. Argentina juga harus kehilangan Lisandro Martínez di menit ke-44 akibat cedera, yang kemudian digantikan oleh Nicolás Otamendi.
Memasuki babak kedua, Spanyol meningkatkan intensitas serangan. Kiper Argentina, Emiliano Martínez, dipaksa bekerja keras menyelamatkan peluang emas dari Dani Olmo, Ferran Torres, hingga tendangan jarak jauh Pau Cubarsí.
Petaka bagi Argentina memuncak di masa injury time babak kedua (90+3′). Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua (kartu merah) setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Cubarsí. Kehilangan satu pemain membuat Argentina kian terpuruk. Skuad asuhan Lionel Scaloni bahkan mencatatkan sejarah kelam sebagai tim pertama di final Piala Dunia yang gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang sepanjang 90 menit waktu normal.
Memasuki babak tambahan waktu (extra time), Spanyol yang unggul jumlah pemain langsung mengurung pertahanan Argentina. Spanyol sempat mencetak gol melalui Nico Williams, namun dianulir wasit karena terjadi pelanggaran terlebih dahulu dalam proses membangun serangan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106. Berawal dari umpan sundulan (knock down) Nico Williams di dalam kotak penalti, Ferran Torres yang bergerak cepat langsung menyambar bola ke langit-langit gawang tanpa bisa dihalau oleh Emiliano Martínez. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Spanyol.
Argentina mencoba bangkit di sisa waktu, namun frustrasi menguasai mereka. Alexis Mac Allister diganjar kartu kuning di menit ke-111, dan hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Spanyol.
Liputan: Galang Andika Pratama



