Geliat Ekonomi Terjaga, Realisasi Investasi Kulon Progo Semester I 2026 Tembus Rp124,7 Miliar

Geliat Ekonomi Terjaga, Realisasi Investasi Kulon Progo Semester I 2026 Tembus Rp124,7 Miliar (foto/dok)

Kulon Progo, Proliman News – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaporkan capaian positif dalam sektor penanaman modal. Berdasarkan data sementara untuk triwulan I dan II (Semester I) tahun 2026, nilai realisasi investasi di Kulon Progo sukses menyentuh angka Rp124,7 miliar.

​Kepala DPMPTSP Kabupaten Kulon Progo, Sarji, mengungkapkan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa aktivitas ekonomi di tingkat daerah tetap menunjukkan tren positif dan terjaga dengan baik, meskipun di tengah ketidakpastian dan tantangan ekonomi global saat ini.

​Total capaian investasi senilai Rp124,7 miliar tersebut disokong oleh dua sektor utama, yaitu:

​Sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK): Menyumbang sebesar Rp36 miliar. Kontribusi dari para pelaku usaha skala mikro dan kecil ini dinilai sangat vital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kulon Progo.

​Sektor Non-UMK (Menengah dan Besar): Menyumbang sebesar Rp88,7 miliar. Tingginya angka di sektor ini merefleksikan besarnya kepercayaan para investor besar untuk menanamkan modalnya di Kulon Progo, yang kini terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di DIY.

​”Kami terus memantau pergerakan data investasi ini secara berkala agar target yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah dapat tercapai secara optimal,” ujar Sarji pada Minggu (19/7/2026).

​Guna mempertahankan serta meningkatkan capaian tersebut, Pemkab Kulon Progo berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan iklim investasi yang kondusif. Langkah nyata yang ditempuh adalah melalui penyederhanaan birokrasi dan kemudahan layanan perizinan yang terintegrasi, transparan, serta akuntabel.

​Selain itu, DPMPTSP Kulon Progo juga aktif memberikan pendampingan langsung kepada para investor guna mengurai berbagai kendala operasional yang dihadapi di lapangan. Sarji menegaskan, investasi yang disasar bukan hanya yang berorientasi pada profit semata, melainkan juga harus membawa dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat, seperti penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan potensi unggulan daerah.

​Saat ini, strategi promosi terus digencarkan pada berbagai sektor potensial, meliputi sektor industri, pariwisata, hingga infrastruktur pendukung kawasan bandara. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing Kulon Progo baik di kancah regional maupun nasional.

​Menatap prospek ke depan, DPMPTSP Kulon Progo optimistis arus investasi akan terus mengalir seiring dengan perbaikan infrastruktur penunjang dan kebijakan daerah yang suportif. Di sisi lain, para pelaku usaha juga diimbau untuk tertib dan disiplin dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) demi keakuratan basis data investasi daerah.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Kekeringan di Temanggung Meluas, BPBD Siapkan Tambahan Ratusan Tangki Air Bersih

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *