Yogyakarta, Proliman News — Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera memiliki landmark baru di kawasan perbatasannya. Desain bertajuk “Cahaya Pradipta Penanda Gerbang Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta” karya Marcelo Diaz Octavianus resmi terpilih sebagai juara pertama dalam Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026.
Penetapan pemenang tersebut diumumkan dalam tahap final yang berlangsung di Ruang Gadri, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, setelah melalui proses penjurian ketat dan mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Dewan Juri Kehormatan.
Sayembara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah DIY melalui Biro Tata Pemerintahan Setda DIY ini bertujuan menghadirkan penanda wilayah yang tak sekadar menjadi batas fisik, melainkan juga merepresentasikan identitas, filosofi, serta nilai-nilai Keistimewaan Yogyakarta.
Di balik lahirnya rancangan terbaik ini, terdapat kisah unik dari sang perancang. Marcelo Diaz Octavianus mengaku sempat mengalami kebuntuan ide sebelum akhirnya melakukan survei lapangan langsung ke kawasan Rongkop, Gunungkidul.
Di lokasi tersebut, Marcelo terpesona oleh fenomena alam saat sinar matahari menembus celah-celah perbukitan kapur. Momen inilah yang menjadi pemantik utama lahirnya konsep “Cahaya Pradipta”.
”Cahaya Pradipta bermakna cahaya yang menerangi. Saat survei di lokasi, saya melihat gunung kapur terbelah dan di tengahnya memancar cahaya matahari. Dari situ muncul inspirasi bahwa cahaya tersebut seolah menuntun menuju sesuatu yang baik, yaitu Jogja,” ujar Marcelo.
Konsep visual penanda perbatasan ini mengedepankan elemen cahaya sebagai simbol utama. Bagi Marcelo, cahaya tidak hanya menambah nilai estetika pada siang maupun malam hari, tetapi juga melambangkan keterbukaan, keramahan, dan harapan bagi siapa saja yang memasuki wilayah Yogyakarta.
Lokasi Pembangunan dan Penjurian
Ketua Dewan Juri, Prof. Ar. Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., mengungkapkan bahwa sayembara yang dibuka sejak April 2026 ini diikuti oleh sekitar 400 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Setelah melalui verifikasi administrasi dan teknis, sebanyak 124 karya dinilai hingga disaring menjadi lima finalis terbaik.
Menurut Ikaputra, “Cahaya Pradipta” unggul karena memiliki karakter visual yang kuat, unik, dan spektakuler, baik saat terpapar cahaya alami di siang hari maupun tata lampu di malam hari. Penilaian juga mempertimbangkan aspek kelayakan konstruksi, material, ramah lingkungan, serta kekuatan pesan budaya.
Karya ini nantinya akan menjadi acuan utama pembangunan penanda perbatasan di dua koridor strategis wilayah selatan DIY, yakni:
- Kawasan Rongkop (Kabupaten Gunungkidul)
- Kawasan Sindutan (Kabupaten Kulon Progo)
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengapresiasi antusiasme para peserta dari seluruh Indonesia. Senada dengan arahan Gubernur DIY, ia menegaskan bahwa penanda perbatasan ini diharapkan menjadi gerbang kebudayaan yang memperkuat citra dan karakter keistimewaan Yogyakarta.
Daftar Pemenang Sayembara Pradesain Perbatasan DIY 2026
- Juara I: Cahaya Pradipta Penanda Gerbang Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (Marcelo Diaz Octavianus)
- Juara II: Watujaga
- Juara III: Catur Gatra Tunggal: Penanda Perbatasan DIY
- Harapan I: Ngayomi Budaya Kukuh
- Harapan II: Regol Keistimewan Yogyakarta
Liputan: Galang Andika Pratama



