Kebakaran 3 Hektar Hutan Jati di Kulon Progo akibat Kemarau dan Angin Kencang

Kebakaran 3 Hektar Hutan Jati di Kulon Progo akibat Kemarau dan Angin Kencang. (Foto/KompasTV)

Kulon Progo,Proliman News – Musim kemarau di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memicu peristiwa kebakaran lahan. Seluas tiga hektar hutan jati di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, ludes terbakar. Kencangnya hembusan angin serta kondisi vegetasi yang mengering membuat kobaran api merembet dengan sangat cepat.

​Kebakaran hebat melanda kawasan hutan jati seluas sekitar tiga hektar di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Hembusan angin kencang serta kondisi lahan dan dedaunan yang sangat mengering membuat kobaran api menjalar cepat ke area sekitar.

Petugas Pemadam Kebakaran yang menerjunkan dua unit armada beserta tujuh personel sempat mengalami hambatan di lapangan. Selain minimnya sumber air di sekitar lokasi, medan yang curam serta akses jalan desa yang sempit menjadi kendala utama petugas.

Proses pemadaman akhirnya terbantu setelah mendapat suplai air dan bantuan personel dari PMI, TRC, serta para relawan lokal. Api berhasil dipadamkan dan dikendalikan sekitar satu jam kemudian.

​Pihak Damkar menjelaskan bahwa hembusan angin kencang membuat api merambat begitu cepat ke tumpukan daun jati kering. Karena tidak ada sumber air dekat lokasi, tim gabungan bergantung pada pasokan tangki dari PMI dan relawan.

​Ditambah lagi, beberapa titik jalan terlalu sempit untuk dilalui mobil pemadam (roda empat), sehingga petugas dan relawan harus menjangkau titik api dengan peralatan manual dan selang panjang.

BACA JUGA  UGM dan Pemkab Kulon Progo Berkolaborasi Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Pertanian

Penyebab pasti munculnya titik api saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Petugas mengimbau warga masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuat api sembarangan selama musim kemarau, mengingat kondisi hutan dan perkebunan yang sangat rentan terbakar.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *