Pastikan Kesiapan MPLS, Tim Transisi Tinjau Sekolah Rakyat

Pastikan Kesiapan MPLS, Tim Transisi Tinjau Sekolah Rakyat. (Foto/Dok)

Kulon Progo, Proliman News — Tim Transisi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melakukan peninjauan lapangan di Sekolah Rakyat (SR) Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Selasa (28/7/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta tenaga pendidik menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang direncanakan mulai 31 Juli 2026.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo, Triyono, menyampaikan bahwa pengecekan secara menyeluruh sangat penting agar seluruh kegiatan MPLS hingga program matrikulasi mendatang dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

​”Sebelum dilaksanakan MPLS, kita dari tim transisi mengecek langsung kesiapannya. Secara umum bangunan gedung sudah siap. Hanya ada pekerjaan pembersihan sisa material di sekitar lokasi, dan saya minta kepala sekolah serta pelaksana untuk mengondisikan anak-anak agar tetap aman,” ujarnya.

​Terkait pasokan air bersih, Triyono menjelaskan bahwa untuk sementara waktu tandon air akan diisi rutin menggunakan armada tangki dari PDAM, sembari menunggu penyambungan jaringan SPAM yang diperkirakan rampung sekitar Oktober mendatang.

​Di sisi ketersediaan tenaga pengajar, Pemkab Kulon Progo berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo, Balai Dikmen, serta SR terdekat. Dari total kebutuhan 37 guru, sebanyak 35 guru telah terpenuhi dan dipastikan siap mendampingi para siswa.

​Triyono menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu (Desil 1 dan 2) serta anak putus sekolah melalui sistem asrama.

​”Harapan kita semua, melalui sistem asrama ini karakter anak-anak dapat terbentuk dengan baik, fokus belajar, hingga bisa menuntaskan pendidikan SLTA bahkan Perguruan Tinggi. Ini adalah upaya nyata kita bersama untuk memutus mata rantai kemiskinan,” tegasnya.

​Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) DIY, Haryo Satriyawan, mengungkapkan bahwa progres fisik pembangunan proyek SR Gulurejo saat ini telah menyentuh angka 97 persen. Seluruh fasilitas utama yang akan digunakan untuk MPLS dipastikan sudah siap, baik kelistrikan maupun air.

​”Siswa yang akan masuk kurang lebih 314 anak dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Mereka akan difasilitasi di gedung utama lantai 1 dan 2 yang mampu menampung hingga 540 siswa. Sarana pendukung seperti Asrama Putra-Putri, gedung dapur, kantin, gedung serbaguna, dan lapangan upacara juga sudah siap digunakan,” terang Haryo.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SR Gulurejo, Agus Ristanto, menjelaskan bahwa konsep MPLS di Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah pada umumnya. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan juga mencakup pengenalan lingkungan asrama.

​”Rundown sudah kami susun dengan memadukan template dari pusat. Yang membedakan adalah kehidupan asramanya. Untuk pembentukan kedisiplinan, kami juga dibersamai oleh personel pengasuh dari Akademi Angkatan Udara (AAU),” ungkap Agus.

Liputan: W Maryanti

Deskripsi Banner
BACA JUGA  ​Telan Anggaran Rp 13,7 Miliar, Jembatan Trisik Galur Dibangun Ulang Tanpa Pilar Tengah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *