Kulon Progo, Prolimannews – Proses pembangunan ulang Jembatan Trisik (Jembatan Nglinggan) yang terletak di Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, kini terus menunjukkan progres yang positif. Infrastruktur yang sempat ambles akibat tergerus derasnya arus Sungai Gonzairo pada Februari 2024 lalu ini, ditargetkan sudah bisa kembali digunakan oleh masyarakat pada awal Agustus 2026 mendatang.
Proyek rekonstruksi jembatan ini menelan anggaran sebesar Rp 13,778 miliar yang bersumber dari APBN melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). Pengerjaan fisiknya sendiri telah dimulai sejak November 2025 di bawah koordinasi Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Didik Wijanarto, menyampaikan bahwa struktur utama dari jembatan tersebut saat ini sudah tersambung sepenuhnya.
”Saat ini fokus pekerjaan beralih ke tahap pengecoran lantai jembatan, penyelesaian dinding penahan tanah, serta pengaspalan pada jalan pendekat jembatan,” ujar Didik saat memberikan keterangan pada Senin 22 Juni 2026.
Ada yang berbeda pada konstruksi kali ini. Jembatan Trisik yang baru sengaja mengadopsi teknologi dan desain arsitektur modern demi mencegah potensi kerusakan serupa di masa depan.
Didik menjelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun menggunakan sistem gelagar pracetak tanpa memanfaatkan pilar di bagian tengah sungai. Melalui sistem ini, beban jembatan akan bertumpu sepenuhnya pada tiang penyangga atau abutment yang berada di kedua sisi pinggir sungai.
Desain tanpa pilar tengah ini dipilih agar aliran air sungai tetap lancar dan tidak terhambat oleh tumpukan sampah atau material yang kerap tersangkut saat debit air meningkat, sehingga struktur jembatan menjadi jauh lebih aman dan kokoh.
Liputan: Galang Andika Pratama



