693 Murid dan 14 Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Operasi SPPG Karangturi Disetop

693 Murid dan 14 Guru SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan MBG, Operasi SPPG Karangturi Disetop. (Foto/Dok. istimewa)

Semarang, Proliman News – Ratusan siswa dan belasan guru di SMKN 6 Semarang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menyetop sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi Semarang.

​Penutupan sementara dilakukan guna memberikan ruang bagi tim gabungan untuk melakukan investigasi menyeluruh dan penanganan terhadap para korban yang terdampak.

​Investigasi Lintas Sektor dan Langkah Tegas BGN

​Koordinator Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadi Riajaya, menegaskan bahwa keputusan menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi diambil demi mengutamakan keselamatan para penerima manfaat.

​”Pada Jumat (31/7), kami bersama tim lintas sektor dari KPPG Semarang, Koordinator Regional Jateng, Korwil Kota Semarang, Korcam Semarang, Babinsa, Polrestabes, hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang telah menerjunkan tim investigasi,” ujar Hadi, Minggu (2/8/2026).

​”Dapur kami suspend sementara karena bagi kami di BGN, keselamatan penerima manfaat adalah yang utama dan paling diprioritaskan,” tegasnya.

​Kronologi Pengolahan dan Distribusi Makanan MBG

​Berdasarkan hasil investigasi sementara dari BGN, berikut adalah garis waktu (timeline) pengolahan hingga penanganan kasus dugaan keracunan makanan di SMKN 6 Semarang:

​Rabu (29/7/2026):

​13.00 – 17.30 WIB: Bahan baku berupa bumbu, buah, ayam, tahu, dan sayuran tiba secara bertahap di SPPG Karangturi.

​18.55 – 19.30 WIB: Tim mulai melakukan persiapan, seperti pencucian bahan, pengukusan tahu, dan marinasi ayam selama satu jam.

​Kamis (30/7/2026):

​00.30 WIB: Proses memasak bumbu rendang, tahu, dan sayuran dimulai.

​04.00 WIB: Makanan menjalani uji organoleptik dan penimbangan gramasi oleh Ahli Gizi.

​06.00 & 08.10 WIB: Makanan dikemas dan didistribusikan dalam dua kloter ke SMKN 6 Semarang.

​Jumat (31/7/2026):

​09.40 WIB: Pihak sekolah resmi melaporkan adanya gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare yang dialami 693 murid dan 14 guru.

​Penanganan Korban dan Evaluasi Berkelanjutan

​Pasca-kejadian, BGN dan Dinas Kesehatan Kota Semarang bergerak cepat mendatangi lokasi untuk memantau kondisi korban yang dirawat, baik di tingkat Puskesmas maupun yang membutuhkan perawatan rawat inap di rumah sakit.

​Pihak KPPG Semarang memastikan seluruh tahapan kronologis dan sampel makanan saat ini sedang didalami secara ketat untuk mengetahui penyebab pasti kontaminasi.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner
BACA JUGA  Setelah Sejumlah Bukti Pemerasan Ditunjukkan Mungkinkah Sudewo Tetap Menjadi Bupati Pati ?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *