Prabowo Soroti Ketahanan Rakyat dan Dorong Kemandirian Energi Lewat Industri Kendaraan Listrik

Prabowo Soroti Ketahanan Rakyat dan Dorong Kemandirian Energi Lewat Industri Kendaraan Listrik. (Foto/NusantaraTV)

Jakarta, Proliman News — Dalam pidatonya, Prabowo Subianto menyoroti perjalanan panjang bangsa Indonesia yang tetap bersatu dan tangguh di tengah berbagai tantangan kemiskinan serta sejarah dinamika bangsa. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menegaskan pentingnya keberanian sektor swasta nasional dalam memajukan industri kendaraan listrik untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

​Berikut poin-poin utama dalam pidato tersebut:

Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam menghadapi berbagai gangguan internal maupun intervensi. Kendati ditakdirkan sebagai bangsa majemuk yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya, Indonesia dinilai luar biasa karena tetap mampu menjaga kerukunan dan persatuan.

Prabowo mengakui bahwa persoalan ekonomi dan kemiskinan masih menjadi tantangan nyata bagi sebagian rakyat Indonesia. Meski demikian, ketangguhan masyarakat sangat patut diapresiasi karena mereka tetap menunjukkan optimisme dan keceriaan di tengah kesederhanaan.

Pemerintah memberikan apresiasi atas keberanian sektor swasta, seperti Indika Group (ALVA/Gesits), yang berinvestasi membangun lini produksi motor listrik di dalam negeri. Prabowo menyampaikan bahwa dirinya telah memastikan langsung keberadaan fasilitas pabrik manufaktur tersebut. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah berani untuk bersaing dengan raksasa otomotif dunia dari Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Mengulas peran dunia usaha, Prabowo menyepadankan seorang entrepreneur dengan perjuangan prajurit militer yang harus memperhitungkan risiko, strategi, intelijen pasar, dan logistik secara cermat. Penguatan industri dalam negeri menjadi syarat utama agar Indonesia tidak bergantung pada rantai pasok global di tengah situasi geopolitik dunia yang tidak menentu.

BACA JUGA  Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Asalha Mahapuja dari Mendut ke Borobudur

Transisi menuju elektrifikasi alat transportasi—seperti motor, mobil, bus, hingga traktor listrik—menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketahanan nasional. Langkah percepatan ini berpotensi mereduksi beban alokasi anggaran impor bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan mencapai US28 hingga US30 miliar setiap tahunnya.

Liputan: Galang Andika Pratama

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *