Temanggung, Proliman News — Kandang peternakan ayam milik Tatak Susanto (35), warga Bedali RT 02/RW 07, Desa Soborejo, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, terbakar pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.
Dalam kejadian tersebut, sekitar 10.000 ekor ayam mati dan bangunan kandang seluas sekitar 630 meter persegi ikut terbakar. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp400 juta.
Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung, Sri Haryanto, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi pada pukul 03.53 WIB.
“Informasi kami terima pukul 03.53 WIB. Petugas dari Pos WMK Pringsurat kemudian berangkat tiga menit setelah menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.15 WIB,” kata Sri Haryanto dalam laporannya, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, warga sempat berupaya melakukan pemadaman setelah melihat api berkobar dari kandang. Namun, hembusan angin yang cukup kencang membuat api semakin membesar dan menjalar ke seluruh area kandang.
“Api semakin membesar karena hembusan angin yang kencang sehingga menjalar ke seluruh area kandang. Setelah mendapat laporan, petugas Damkar langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran dari Pos WMK Pringsurat dan Mako Induk Temanggung mengerahkan empat armada yang terdiri atas dua unit mobil pemadam dan dua unit water supply untuk menangani kebakaran.
Proses pemadaman juga melibatkan personel Polsek Pringsurat, PMI Temanggung serta warga sekitar. Api berhasil dipadamkan dan proses penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 07.00 WIB.
Selain kandang utama yang terbakar, petugas berhasil menyelamatkan bangunan kandang seluas sekitar 300 meter persegi serta lahan kopi sekitar 500 meter persegi dari kobaran api.
Sri Haryanto mengimbau masyarakat segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran maupun membutuhkan layanan penyelamatan.
“Damkar Kabupaten Temanggung siap melayani masyarakat selama 24 jam. Jika terjadi kebakaran atau membutuhkan layanan penyelamatan, segera hubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya.
Liputan: Nadhifa Zara



