Pembakar Mobil Ditangkap Pati Makin Geger, Begini Komentar Warga: Boikot Gerindra, Siapkan Demo Akbar !

“Saya yakin jika si pembakar mobil beneran di tangkap, Rakyat Pati pasti nggak terima dan akan lebih bringas!!,” Jatmikoparis, dalam komentarnya di FB.(foto/ist)

Pati, Proliman News – Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, meminta pembakar mobil polisi diusut.

Kapolri menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus mendapatkan penanganan serius.

Namun warga Kabupaten Pati menanggapi dengan tegas jika pembakar mobil polisis benar-benar ditangkap pasti akan ada aksi yang lebih beringas.

“Saya yakin jika si pembakar mobil beneran di tangkap, Rakyat Pati pasti nggak terima dan akan lebih bringas!!,” Jatmikoparis, dalam komentarnya di FB.

Sejumlah warga Kabupaten Pati melalui komentarnya di media sosial juga memberi pernyataan yang sama.

Siapa memulai membuat kerusuhan? Jika masyarakat tidak dibendung –bendung saat menyampaaikan aspirasinya, tidak akan ada pelemparan batu atau pembakaran mobil.

“Rakyat tidak brutal jika diperlancar dalam menyampaikan aspirasi, jangan di kecewakan, jangan dipersulit, apa lagi di musuhi, Kantor Bupati dan gedung DPR punya rakyat, pejabat harusnya memposisikan diri sebagai pelayan rakyat, jangan berlagak boss, aparat jangan ikut-ikutan memusuhi rakyat, jika itu dipegang semua akan berjalan baik tak perlu ada korban !!!,” tulis Rilo Pambudhy

Karena masyarakat Kabupaten Pati sebenarnya warga yang baik, ramah dan bersahabat. Tetapi jika diremehkan, maka akan berubah menjadi Bolodewo.

Maka, seorang warga mengusulkan agar masyarakat Kabupaten Pati melakukan boikot terhadap Partai Gerindra.

“Boikot Gerindra, anggap aja Partai Gerindra tidak ada di Pati bahkan Kateng !!,” tulis M Danish Satria.

BACA JUGA  Polres Wonosobo Lakukan Kerjasama Ketahanan Pangan dengan Perum Bulog, Dinas Pangan dan Perikanan

 “Boikot Gerindra,” tulis Ajirin, di sebuah media sosial senada dengan usulan sebelumnya.

“Kita dibohongi terang-terangan di tipu habis-habisan. Apa kita akan tetap diam?!!, “ tulis Putriy Zulaikha, di forumyang sama.

Maka dalam forum tersebut seorang warga mengutip berita di media online.

Bupati Pati Sudewo Tolak Mundur: Saya Kan Dipilih Rakyat Secara Konstitusional Ketua Komisi DPR Nilai Kasus Bupati Pati Tak Perlu Sampai Pemakzulan

“ 20 Agustus 2025 demo akbar Pati Pelengseran Paksa Bupati Pati, kami muak dengan jalur politis penipu semua…!!!,” tulisnya.

@Fredy Sico Susanto menulis, mending demo yang lebih beras lagi dan lebih anarkis lagi.

@Panjigunawan, menjawan dengan nada lebih tenang. “Kalo emang itu terjadi maka bahaya mengancam pemerintahan

@Adhi Nugroho, berpendapat, sebenarnya daerah-daearh menaikkan pajak gara-gara Presiden lewat Inpres 1 Tahun 2025 memangkas transfer daerah sampai Rp 50,59T dengan alasan efisiensi anggaran.

Tetapi presidennya malah sibuk beli pesawat temur 48 dan rudal balistik.

“Kita ini darurat ekonomi bukan darurat perang, akhirnya banyak kepala daerah yang menaikan pajak PBB, sek marai ruwet iku pusat sakjane bolo,”  ungkapnya.

“Aku kadang mesake bupati-bupatine ra mundakno pajek anggaran bayar pegawai kurang mundakno pajak marai perang karo rakyat, piye enake bolo,” tambahnya.

Ada usulan lain, agar suasana sedikit reda, yakni gunakan waktu 60 hari untukkonsolidasi, menguatkan jaringan dan komnnukiaksi, lalu menyusun strategi yang lebih baik.

BACA JUGA  Tanah Retak di Pandasari Tegal Jawa Tengah Terus Meluas Sedikirnya 2.453 Warga Diungsikan

Pasang spanduk disetiap pintu masuk pemukiman di seluruh Kabupaten Pati, dengan tulisan : Bupati Pati Sudewo harus dicopot, waktumu tinggal 60 hari, jika tidak ada realisasi seluruh rakyat Pati turun ke jalan. Geger !

Liputan : Suyono Sugondo

Deskripsi Banner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *