Yogyakarta, Proliman News — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan resmi terkait kekhawatiran masyarakat mengenai potensi sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Berdasarkan analisis pergerakan angin dan dinamika atmosfer terkini, BMKG memastikan peluang abu vulkanik Anak Krakatau menjangkau wilayah DIY maupun Jawa Tengah tergolong sangat kecil.
Poin Utama Analisis BMKG
- Dinamika Pola Angin: Pergerakan sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin di berbagai lapisan ketinggian (flight level). Pola dominan angin saat ini tidak mengarah secara langsung ke Jawa bagian tengah.
- Pemantauan Satelit Berkelanjutan: Sebaran material erupsi terus dipantau secara real-time menggunakan citra Satelit Himawari-9 serta koordinasi intensif bersama Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.
- Keamanan Ruang Udara: Ruang udara dan lintasan penerbangan di wilayah DIY serta Jawa Tengah dipastikan masih aman dari paparan material abu vulkanik.
Imbauan Resmi untuk Masyarakat
BMKG meminta masyarakat di DIY, Jawa Tengah, dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi yang beredar di media sosial.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi pergerakan abu vulkanik serta kondisi cuaca dari saluran resmi BMKG dan PVMBG.”
Perkembangan terkini terkait status erupsi dan peringatan keselamatan penerbangan (Volcano Observatory Notice for Aviation/VONA) dapat diakses secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal media sosial resmi BMKG.
Liputan: Galang Andika Pratama



